Chapter sembilan belas

1213 Kata

"Virgo ...!" "Kak—" "Kau di sini saja, semua akan tambah runyam jika kau ikut masuk," dingin Guntur. "Sekarang bersenang-senanglah karna telah membunuh adikku." Galih yang ingin melangkah mengikuti langkah Virgo pun jadi berhenti dan membiarkan Guntur menyusul ke dalam. Kepala anak itu menunduk, d**a nya bergetar bergemuruh. Kenyataan apa lagi ini? Bahkan kebahagiaan nya baru saja dimulai, senyum nya baru mengembang dan tawanya masih tertahan di bibir, kenapa ia harus kembali merelakan semua itu menjauh kembali? Puk! "Hei nak, kau oke?" Galih mendongak, menatap mata rabun di balik kaca mata tebal milik laki-laki berjas putih di hadapannya. "Pak, Abi kenapa?" lirih Galih. Jujur, hati Galih masih berusaha menepis kenyataan yang baru dilontarkan dokter di hadapannya ini. "Kau tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN