Kinara mengarahkan supir taksi pada sebuah alamat. Beberapa saat perjalanan, mobil berhenti di dekat sebuah taman. Terletak jauh dari suasana kota yang hiruk pikuk. Membayar ongkos taksi dan segera turun dari sana. Melangkah perlahan menuju taman dan duduk di sebuah gazebo yang berada di tengah-tengah taman. Berniat mengecek waktu di ponselnya, tapi kembali teringat kalau ia sengaja menonaktifkan benda pipih itu agar posisinya tak bisa dilacak. Lumayan sepi, tapi masih terlihat ada beberapa pasangan yang mungkin sedang menghabiskan waktu berdua di taman ini. Ya, memang suasananya tenang. Sekarang yang ia pikirkan adalah kemana arah dan tujuannya melangkah. Enggak mungkin pulang ke rumah, karena ia juga tahu bagaimana kondisi pikirannya saat bertemu dengan mereka. Bertemu dengan teman-t

