bc

UJUNG HASRAT "Ketegangan antara Cinta dan Dendam"

book_age12+
0
IKUTI
1K
BACA
revenge
family
arrogant
submissive
kickass heroine
sporty
gangster
drama
tragedy
bxg
serious
loser
campus
city
musclebear
athlete
like
intro-logo
Uraian

Di sebuah kota metropolitan yang keras dan penuh intrik, dunia sekolah elit SMA Garuda Jaya menyimpan sisi gelap yang tak terlihat oleh mata awam. Di balik prestasi, ekskul, dan seragam rapi, tersembunyi arena pertarungan, geng-geng berpengaruh, dan perebutan kekuasaan yang brutal. Ferry guru muda bela diri yang disegani menjadi simbol kekuatan dan disiplin. Ia memimpin komunitas bela diri sekolah dengan prinsip kehormatan. Di sisinya berdiri Tania, siswi tangguh dan karismatik, yang bukan hanya petarung ulung, tetapi juga menyimpan luka masa lalu yang belum sembuh.Namun ketenangan itu runtuh ketika Irfan, sosok legendaris dari dunia bawah kota, kembali muncul. Ia bukan sekadar pelatih bela diri, melainkan mantan raja arena jalanan yang membawa dendam lama, dendam yang berakar pada tragedi masa lalu, pengkhianatan, dan kehilangan seorang anak yang tak pernah terungkap kebenarannya.Pertarungan yang awalnya disebut “laga persahabatan” berubah menjadi titik awal perang diam-diam antara dua kubu:kehormatan vs balas dendam,cinta vs ambisi,masa lalu vs masa depan.

chap-preview
Pratinjau gratis
Arena Atap Sekolah
Di belakang gedung olahraga SMA Garuda Jaya, dua kelompok siswa sedang ribut besar. “Ferry Sensei pasti menang!” seru Alvian sambil mengepalkan tangan. “Siapa bilang? Coach Irfan itu monster, Bro! Dia pernah mukul samsak sampai lepas dari pengaitnya. Satu kali pukul! Aku lihat sendiri waktu demo ekskul bela diri minggu lalu!” balas Dimas, tak mau kalah. “Coach Irfan pasti menang!” “Please lah! Ferry Sensei lebih jago. Waktu latihan, dia cuma pakai dua jari buat ngejatuhin batang kayu! Sakti banget!” “No! Coach Irfan lebih keren!” “Salah! Ferry Sensei the best!” “Sini kalau berani, kita taruhan!” “Gas! Aku yakin Ferry Sensei bakal menang!” “Taruhan lima juta!” tantang Dimas. “Astaga, mana gue punya uang segitu!” “Ya udah, taruhkan aja PS5 kamu. Atau... kamu takut kalah?” Dimas menyipitkan mata, mengejek. “Kalau ragu, bilang aja bahwa Coach Irfan yang menang!” Alvian menggeram. “Fine! PS5 gue lawan lima juta lo! Tapi kalau Ferry Sensei menang, lo bayar kontan, gak ada nyicil!” “Deal! Tapi kalau Coach Irfan menang, PS5 lo resmi pindah tangan ke gue!” Begitulah percakapan dua bocah itu, dan bukan cuma mereka. Hampir seluruh siswa sekolah membicarakan duel yang akan digelar sore itu: pertarungan persahabatan di Arena Atap, lapangan khusus di atap gedung sekolah yang biasanya dipakai ekskul bela diri untuk latihan. Desas-desus taruhan bertebaran di mana-mana. Ada yang taruhan uang, ada yang taruhan sepatu branded, bahkan ada yang taruhan iPad. Entah bagaimana awalnya, tapi sekolah itu memang terkenal penuh anak-anak yang hobi berjudi kecil-kecilan demi seru-seruan. Bagi mereka, taruhan adalah hiburan. Deg-degan, tegang, sambil nunggu keberuntungan memihak siapa. Yang menang merasa Tuhan sayang padanya. Yang kalah bilang nasib sedang nyebelin. Tapi ya… mereka tetap aja ngulang lagi. Sore itu, ratusan siswa memadati atap sekolah. Ada yang duduk di lantai, ada yang berdiri nyender ke dinding pembatas, semua membentuk lingkaran besar mengelilingi ring sederhana dari matras latihan. Di dekat pintu atap berkibar banner kuning bertuliskan: FERRY SENSEI CHALLENGES COACH IRFAN “FRIENDLY MATCH” Para guru BK sudah pusing tujuh keliling, takut acara ini bikin kekacauan. Tapi Ferry Sensei guru muda ekskul Aikido meminta izin resmi. Dia dikenal ramah, dermawan, sekaligus sangat ditakuti karena skill-nya. Pada akhirnya, pihak sekolah mengizinkan asalkan tidak ada k*******n berlebihan. Di pinggir ring, Bu Rara guru pembina ekskul mengeluh sambil menutup wajah, “Aduh… kenapa sih ini harus terjadi di sekolah kita? Semoga gak ada yang patah tulang… Ya Tuhan, bimbinglah anak-anak ini…” Para guru lainnya ikut mengangguk dengan wajah kusut. Sementara itu, para siswa justru bersorak-sorai, seolah menonton konser. Tiba-tiba suara speaker portabel menggema. Musik drum beat cepat memenuhi udara. Semua siswa menoleh. Rombongan Ferry Sensei muncul dari tangga atap. Di depan, Ferry Sensei berjalan tenang namun aura karismanya langsung bikin banyak siswa terdiam. Usianya 28 tahun, tubuh atletis, rambut hitam rapi, wajah bersih tanpa kumis. Pakaiannya sederhana: hoodie hitam dan celana training mahal. Di pinggangnya tergantung practice baton tongkat pendek untuk latihan. Langkahnya mantap, seperti harimau turun gunung. Di sebelah kiri berjalan Celine, siswi kelas 12, kapten ekskul. Gadis berusia 17 tahun itu tinggi, atletis, berwajah tegas dengan rambut hitam disanggul. Seragam latihan merahnya berkibar, membuat banyak cowok menelan ludah. Di pinggangnya tergantung twin blunt swords pedang latihan tumpul. Celine lebih terlihat gagah daripada cantik, dan itu membuat banyak cowok minder buat nyapa. Di belakang mereka, dua murid senior lainnya mengikuti Rafi, tinggi kurus, kulit kuning langsat. Dijuluki “Yellow Dragon”. Dion, adiknya, lebih tegap dengan kulit gelap. Dijuluki “Black Dragon.” Keduanya membawa tongkat latihan di punggung dan berjalan dengan percaya diri, diikuti lima belas murid ekskul lainnya. Tanpa perlu diumumkan, seluruh atap sekolah tahu bahwa pertarungan besar akan dimulai. Dan semua orang menahan napas menanti siapa yang akan menang.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Desahan Sang Biduan

read
55.4K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
36.6K
bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
5.1K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
52.5K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
7.5K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
15.2K
bc

Lagi! Jangan Berhenti, Om!

read
8.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook