Ada di sampingku

1102 Kata

Rehan Aditya Aku menguap lebar, saat kesadaran ku mulai pulih meski belum seratus persen normal. Entah kenapa lengan sebelah kananku terasa begitu nyeri dan berat. Tumben sekali aku bangun tanpa alarm ponsel. Suara dengkuran halus mengingatkanku bahwa kali ini aku tak sendiri. Kepalaku bergerak menoleh ke samping. Mataku mengerjap beberapa kali. Sadarlah Rehan ini mimpi atau buka?. Tapi tanganku yang kebas karena di jadikan bantal, sakitnya terasa amat nyata. Sudah jelas ini sama sekali bukan mimpi. Aku tidak percaya, Nanda tidur di sampingku. Kami tidur, berdua di ranjang ini, di dalam kamar ini, semalaman baiklah. Mungkin hanya beberapa jam, karena pukul dua dini hari, ia masih mengoceh di sampingku. Aku juga tidak begitu ingat, kapan tepatnya kami tidur. Dia sibuk bicara dan aku sibu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN