Rasa ini

1163 Kata

Ananda Rhea Prahadi Kepalaku pusing dan rasanya ingin muntah. Mentang-mentang badanku kecil, Rehan mengangkat dan memutar mutar tubuhku sembarangan. Aku sudah protes, dan minta di turunkan, tapi pria itu bukannya mengindahkan permintaanku. Ia malah menambah kecepatan dan hampir membuat ku terlempar. Udah kaya orang stres. Dia baru menurunkanku, setelah melihat wajahku mulai pucat. "Udah stop Han stop. Aku nggak kuat hooekkk ..." Rehan menepuk nepuk punggungku perlahan-lahan juga mengusapnya, dengan wajah yang pias. Mungkin dia agak menyesal karena bentuk kebahagiannya malah membuat ku menderita. Tapi bahagia karena apa? Apa iya, dia bahagia sampai segitunya. "Maaf Da, aku nggak maksud bikin kamu kaya gini. Aku ambilin air putih ya. Kamu duduk dulu disini!" Dengan langkah kilat pria i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN