Akhirnya

1271 Kata

Rehan Adityan Aku tiba di rumah bersama Nanda pada jam hampir menjelang tengah malam. Sepanjang perjalanan ia tak bicara sepatah katapun, sekedar melirik pada spion pun ia agaknya tak sudi. Tangannya juga lebih memilih untuk berpegangan pada bagian belakang motor daripada memelukku seperti kemarin. Agaknya dia pasti marah. Kenapa pikiranku begitu pendek dan tidak sabaran. Lagipula apa yang akan kubicarakan dengan membawa gadis itu kesini. Apa hak ku, aku bukan pacarnya, tapi kenapa rasanya semua jadi rumit. Aku membuka pintu rumah, menggunakan kunci serep. Bang Ridan, istri dan juga keponakanku sedang menginap di rumah kawannya. Aku sendiri, dan itu tidak menyenangkan. Bertahun tahun aku kesepian tapi belum juga terbiasa dengan itu. Nanda bengong, mungkin iya enggan masuk karena rumah da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN