Rehan Aditya "Kamu pernah mikir nggak sih? Nanda itu aku yang bawa kesini!" Belum ada banyak orang yang datang, tapi aku yakin teriakan pria yang satu ini sudah mampu menarik perhatian karyawan lain yang baru saja datang. Jadi ini salah satu alasannya. Dengan membawa Nanda kesini, Allan jadi merasa berhak memiliki Nanda, begitu? Sempit sekali otaknya. Dapet mulung darimana benda itu? Aku bangkit, lalu menatapnya dengan nanar tak menyenangkan. Seolah kembali ke masa di mana pergaulanku masih salah, tanganku sudah keras dan ingin membalasnya. Tapi aku bukanlah Rehan yang dulu. Rehan yang tak bisa menahan emosi, dan sering membuat masalah. Badanku sudah berdiri tegap, wajah datar andalanku masih terpasang dengan baik. Jika masih bisa dibicarakan kenapa harus ribut. Kami ini bukan anak keci

