Karyawan Baru

1234 Kata

Rehan Aditya Aku mengacak rambut gadisku yang sudah disisirnya dengan rapi sebelum keluar dari parkiran. Alhasil ia menggerutu karena setiap helaian benda hitam itu jadi berantakan. Entah sejak kapan perasaan membuatnya kesal menjadi begitu menyenangkan. Menggodanya, mendengarnya dengan manja menyebutkan namaku kini terdengar indah melewati gendang telingaku. Seperti melody desahan yang diringi selipan namaku didalamnya. Setiap sentuhan yang membuatnya menyebut namaku berkali-kali, bersatu dalam peluh yang untungnya tak membuat kami lupa diri lalu berhenti sebelum semuanya jadi berantakan. Namun mengingatkanku akan betapa indahnya malam yang kali lewati. Nampak jelas ia sangat amatir. Dari raut wajah juga setiap gerakannya yang ragu dan bingung, membuatnya agak kesulitan saat ia dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN