Ananda Rhea Prahadi "Kok tumben udah dateng?" tanya Sella saat aku masuk ke Divisi Operator. Aku menarik kursi lalu duduk di sampingnya. Masih sekitar setengah jam lagi sampai waktunya aku bekerja. Jadi aku sedikit bisa bersantai sebelum bergelut dengan keringat. "Mukamu agak kusut ya. Abis ngapain?" Aku melirik pada sesosok gadis yang beberapa bulan ini menjadi partner kerjaku yang baik. Ia menatapku dengan aneh. Bagaimana aku menjelaskannya, tentu saja wajahku akan kusut, bahkan sentuhan make up yang tebal ini tak mampu menyembunyikan rangkaian mata panda yang menghitam karena kurang tidur semalam. "Cuma kurang tidur," jawabku asal. "Bibirmu juga merah banget. Kok tumben? Terus agak beda ya?" Bisa nggak sih, Sella ini jangan memperhatikan ku sebegitu detailnya. Sampai bibir aja ja

