Ananda Rhea Prahadi Saat ini aku sungguh berharap jika Rehan bisa membaca pikiranku. Karena menjelaskannya sangatlah sulit. Dalam setiap hubungan pasti akan ada sesuatu yang dipertaruhkan. Hati dan perasaan misalnya. Saat aku menerima sebuah hubungan itu artinya aku sudah siap untuk mempertaruhkan segalanya. "Rhea ..." panggilnya lagi. Mungkin karena pria itu tak kunjung mendapat jawaban. Setiap orang butuh kesempatan. Dan saat ini, mungkin aku harus berdamai dengan ego. Lagipula selama ini dia bisa membuktikan, bahwa dia menjagaku. Malah aku yang memancingnya di air keruh. "Ya, mungkin setiap orang butuh kesempatan kedua kan? aku juga bukan cewek yang sempurna buat kamu. Eeehh tapi .... " Buru-buru ku lepaskan pelukannya dengan paksa. Aku memutar tubuh, berbalik dan menghadap padanya

