Terungkap sudah

1062 Kata

Ananda Rhea Prahadi Aku kembali berdiri di samping pria itu dengan perasaan kacau balau. Mataku memandang pada wajahnya yang penuh harap, juga pada sepasang matanya yang membuatku pilu. Ini sudah lebih dari terlambat. Aku tidak siap kehilangan segala sesuatu yang harusnya menjadi mlikku. Tapi jatuh cinta pada dua hati adalah hal yang salah. "Kak Allan ..." seruku melemah, ia menunduk, mempertemukan tatapan kami yang berbeda. Aku dengan rasa bingungku dan dia dengan sejuta harapannya. "Maafin aku kak. Aku nggak bi ..." "Tes tes ... cek. Nanda." Kalimatku otomatis terputus ketika mendapati namaku diserukan dalam speaker. Aku dan Allan sama-sama terdiam sejenak, ingin memastikan bahwa telingaku tak bermasalah kali ini. "Rhea ... Ananda Rhea Prahadi." Aku berlari menuruni tangga. Tak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN