Staff Dapur

1174 Kata

Rehan Aditya Dion benar-benar sukses membuat kepalaku pening dengan suara knalpot motornya. Kok bisa dia bertahan menaiki benda ini setiap hari. Ditambah lagi, Bang Ridan ikut andil banyak dalam memodif rongsokan itu. Aku suka balapan dan membuat kegaduhan saat masih di Jakarta. Tapi nggak sampai membuat telinga orang hampir rusak. "Jangan kawatir Han, kamu bukan satu-satunyan orang yang mendadak ganguan telinga setelah ku bonceng. Jadi nikmati saja ya, ha-ha-ha." Tanpa rasa bersalah Dion meninggalkanku yang masih mengorek ngorek telinga setelah absen di pos Security. Kami berpisah karena dia menuju area operator sedangkan aku menuju pantry. Beberapa waktu lalu, aku sering mengambil jalan pintas meliwati dapur yang jaraknya justru memperlambat langkahku hanya demi melihat Nanda. Namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN