Ananda Rhea Prahadi "40 derajat bu. Panas banget," aku mendengar Adelia bicara pada Ibu dan Ayah. Pagi ini tiba-tiba saja sekujur tubuhku merasa nyeri, badanku terus gemetar. Saat menggenakan selimut rasanya amat panas, tapi saat aku melepasnya, rasanya jadi dingin banget. Serba salah kan? "Kamu ngapain aja sih Nenk kemaren sampe bisa kaya gini?" Sudah lama sekali sepertinya aku tidak mendengar suara Ayah mengkhawatirkanku. Ada hikmahnya juga di balik badan yang meriang ini. Aku dan Ayah kan memang jarang sekali berinteraksi. Entah kenapa kalau Bahasa Sundanya itu kagok alias canggung. "Yang punya hajatnya orang gedongan Yah. Resepsinya di hotel gede bagus banget, nggak kaya hajatan kita-kita. Acnya dingin banget. Nenk kayanya masuk angin gara-gara kelamaan diem disana," keluhku lemah

