Rehan Aditya "Nih buatmu," Sebotol air mineral berembun yang terlihat dingin dan menyegarkan tiba-tiba ada di depanku, beserta seberkas tangan putih yang menyodorkannya. Secara otomatis gerakan tanganku yang sedang mengiris bawang ini terhenti. Seketika saja aku menoleh pada seseoang yang rupanya adalah Vina. "Lain kali bisa nggak, nggak usah bikin kaget. Kalau aku sampe salah jadi motong tangan gimana?" gerutuku. "Sorry, kan cuman mau ngasih ini," katanya sambil tersenyum. Memuakkan sekali melihat gadis seperti dia. Kalau niat mau ngasih minum, harusnya jangan hanya padaku. "Nggak usah," Aku menepis tangannya dan kembali pada aktifitas ku. Tapi dia masih ngeyel, menyodorkan benda itu lagi, membuatku kembali terhenti. "Ini buat kamu, masa kamu nggak hargain." Aku mengambil botol it

