Allan Rahardian Aku memandangi wajah gadis itu dengan seksama saat ini. Bibir yang biasanya merah itu memucat, mukanya yang ceria hari ini lesu. Matanya yang bersinar sekarang meredup. Tubuhnya begitu ringan saat ku gendong tadi. Kok bisa ya cewek yang makannya banyak kaya Nanda semudah itu buat diangkat angkat. Dunia memang seadil itu, disaat yang lain berlomba lomba untuk diet tapi nggak juga bisa kurus, gadis ini justru melahap apapun di depannya tanpa takut gemuk. Sekarang aku duduk di samping ranjangnya. Membiarkan aroma obat dan benda kima lain berbaur dalam oksigen yang ku hisap. Ada selang infus yang terpasang pada tangan kirinya. Nanda itu takut sama jarum suntik. Dia bisa pingsan kalau tahu jarum infus yang sekarang menusuk uratnya itu lebih besar dari yang menjadi ketakutann

