Curiga

1363 Kata

Allan Rahardian Suasana Puncak di pagi hari amatlah sejuk, bahkan terlampau sejuk. Nyaris amat dingin, sampai aku tetap mengusap kedua bahuku meski mengenakan jaket. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum memulai aktifitas seperti biasa. Aku datang terlalu pagi agaknya. Jadi, ada insiden jam dinding kamar yang mati. Aku salah melihat waktu, dan berakhirlah disini. Aku tak melihat ponsel, karena merasa di buru waktu. Tapi saat sampai di tempat kerja, semuanya masih sunyi. Hanya ada Bapak Security yang menjadi penunggu setia. Tapi sisi baiknya, aku bisa berkelilling kesana kemari, dan minum kopi di lantai dua. Tempat dengan view terbaik di Restorant Pangeatu Ibu. Pak Ridwan dan staff lain juga belum datang. Jadi tak ada yang akan menegurku. Meski aku tengah berleha-leha seperti seoran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN