DIA DATANG LAGI

2031 Kata
Ini memang biasa tapi tidak untuk diriku, ini luar biasa Karena aku telah mengetahui apa makna dibalik semua ini. Pov 3 Zee Maria Anthony kali ini dia melihat ke segala arah, wajahnya tampak pucat tidak tahu mengapa, tetapi satu hal yang pasti dia sangat ketakutan. "Ada apa denganmu, kamu kenapa terlihat muram seperti itu?" tanya lelaki yang tidak lain adalah Miracle. "Tidak apa-apa aku hanya melihat ke arah layar lebar itu sungguh mengerikan, Apakah kamu tidak juga merasakan apa yang aku rasakan?" Zee membuka mulutnya tetapi dia juga menutup matanya. Miracle hanya bisa tertawa, dia tidak tahu mengapa wanita yang satu ini selalu membuat jantungnya berdegup tak karuan. Yah!!! mereka sekarang ini memang sudah berada di bioskop, rencana mereka beberapa malam yang lalu hanya ingin menonton berdua, jujur Zee tidak bisa bernapas untuk tenang waktu itu, namun dia tidak bisa juga terlihat gugup di depan lelaki itu. Hanya karena di ajak untuk menonton bioskop bersama. Tetapi beberapa malam yang lalu, rencana mereka selalu tidak bisa dijalankan, maka dari itu malam ini adalah malam yang sangat spesial Mereka menonton adegan yang sangat romantis dan sampai di hal yang horor itu, membuat jantung tidak bisa berdetak untuk hal yang sewajarnya. Banyak orang yang berada di sana, setiap kursi yang mempunyai pasangan dan juga tidak mempunyai pasangan, ragam rambut juga terlihat di sana, parasnya yang sungguh indah membuat mata setiap lelaki dari pasangannya sangat memuja- muja pasangan mereka "Baiklah lebih baik sekarang kita pulang, tidak lihat kamu sekarang sudah menjelang pukul dua belas malam?" mulut lelaki yang berada di samping Zee tiba-tiba membuyarkan lamunan Zee. "Apakah ketika aku, bersama dengan orang yang aku cintai waktu sangat cepat berlalu?" reflek perkataan itu keluar dari mulut Zee. Wajah dari Miracle terkejut, dia bahkan tidak tahu apakah dia salah mendengar atau sebaliknya, namun yang pasti dia hanya ingin memastikan semua ini kepada wanita yang masih berada di sampingnya. "Apakah aku tidak salah mendengar? coba kamu ulangi sekali lagi," tanya Miracle dengan sedikit tertawa. Wajahnya seketika pucat, dia bahkan tidak mengerti apa yang dia katakan barusan, namun dibalik semua itu dia hanya bisa menggenggam erat tangannya, dia mencoba untuk mengalihkan perhatian dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. "Hehehe... Aku bahkan tidak mengatakan apa-apa, kamu mungkin salah mendengar atau itu percakapan orang yang berada di belakang kita," ucap dari Zee ketika menoleh ke belakang namun ternyata dia tidak bisa mengalihkan percakapan. "Apakah di belakang kita ada orang?" tanya Miracle saat itu dia tertawa dan melihat ke samping kiri serta pandangan yang menjadi tujuan pertamanya. "Ayolah, kita pulang mungkin nanti akan terjadi macet atau prasangka yang buruk atas keluargamu kepada kita, maka dari itu kita lebih baik pulang sekarang," ucap dari Zee saat itu sembari berdiri dengan meninggalkan Miracle seorang diri. Miracle hanya bisa menggelengkan kepala dia tidak mampu untuk mendengarkan penjelasan dari wanita itu, tapi ya sudahlah hal seperti ini merupakan hal yang sangat dihindari dalam persahabatan. Beberapa menit telah berlalu, kini mereka berdua sudah hampir sampai di rumah tidak ada percakapan sedikit pun melainkan hanya suasana yang sangat dingin, terjadi di antara mereka berdua, tidak biasanya Zee bersikap seperti ini namun karena tadi dia kelepasan mungkin ini yang menjadi faktor dirinya menjadi diam. "Apakah Tuan perlu makan?" sesampainya di rumah Zee membuka mulut dan dia bertanya kepada Miracle. "Tidak usah kamu istirahat saja," ucap dari mereka saat itu sendiri dia menaiki anak tangga menuju kamarnya sendiri. Di dalam kamarnya, kini sosok wanita yang telah memegang jantungnya yang berdegup tak karuan, hanya bisa berdiri di belakang pintu itu, dia tertawa sekaligus merutuki dirinya serta mulutnya yang tidak bisa diajak kompromi. Untung saja tidak ada orang di dalam kamarnya, mungkin kalau ada orang, dia bahkan tidak tahu lagi kemana dirinya harus mengumpat dan juga mengatakan bahwa dirinya sangat bodoh. Segera dia mengunci engsel pintu nya. Dia membaringkan tubuhnya di atas kasur yang terlihat dan ranjang itu dengan nuansa yang sedikit bercorak abu rokok, dan itu berhasil membuat bayangannya seketika menghancurkan semua aktivitasnya. "Kenapa semakin lama rasa ini semakin besar kepada dia, sadar Zee jika kamu itu adalah seorang pembantu, mana mungkin pembantu menikahi Tuannya sendiri," dia merutuki diri sendiri sembari memukul dadanya dengan keras. "Rambutnya terlihat acak-acakan wajahnya sedikit frustasi, namun jangan salahkan cinta kalau sudah datang dan merubah apa yang menjadi pikiranmu." "Aku tidak bisa seperti ini terus rasanya sungguh sangat menyesalkan, Baiklah aku akan mencoba untuk tidur malam ini dan melupakan apa yang seharusnya aku lupakan," ucapnya sembari menutup mata dan menarik selimutnya ke atas matanya. Di sisi lain kini sosok yang tidak lain adalah Miracle, dia juga terbaring di atas kasurnya, dia menatap ke depan dengan tatapan yang sangat menjanjikan. Dia tersenyum seketik mengingat perkataan dari wanita yang tadi, tidak mungkin dirinya salah mendengarkan. Padahal dirinya sangat sehat terutama untuk kupingnya tidak mungkin kupingnya, tidak bisa mendengarkan. "Apakah aku ini sungguh bodoh, Tidak mungkin aku mendapatkan pernyataan dari seorang wanita yang sama sekali tidak memiliki pendidikan," ucapnya sembari duduk serta melihat fotonya yang terpajang di depan itu dengan indah. "Lihatlah diriku, sungguh sangat tampan, apakah tidak ada wanita lain yang mencintaiku, Apakah aku terlihat sangat bodoh untuk mencintai wanita seperti itu,?" Dia menderita, meruntuki dirinya sendiri memukul kepalanya dengan tangannya sendiri sebagai pertanda dia menyesal untuk pikirannya yang selalu membayangkan wajah dari Zee. Di lain sisi mata mereka terlihat sudah menutup dengan perlahan, kedua wajah yang tampak tidak mungkin bersatu untuk waktu yang singkat dan untuk profesi yang berbeda serta derajat yang tidak mungkin bisa dipersatukan. *** Pagi ini sungguh sangat cerah Zee, sudah menyiapkan sarapan untuk Tuanya, dan kali ini sosok Miracle dia pasti akan memakan apa yang telah disediakan oleh pembantunya. "Apakah kamu sudah lama terbangun?" tanya Miracle saat itu sembari memakan satu sendok makanan yang telah disajikan oleh Zee. "Seperti biasa Tuan, saya hanya mengerjakan apa yang menjadi pekerjaan saya," dia menunduk mengatakan itu di depan kedua orang tua Miracle. "Sudahlah Mitacle mengapa kamu bertanya kepada dia hal-hal yang seperti itu?" kedua orang tuanya menggeleng sembari tersenyum takut kalau apa yang ada dipikiran mereka menjadi hal yang sangat besar terjadi. "Apakah aku salah bertanya seperti itu kepada pembantu ku?" tanya dengan kata pembantu membuat nyali dari Zee sedikit menciut. "Sebenarnya tidak masalah tetapi hanya saja dia benar, dia hanya melakukan pekerjaannya mengapa kamu selalu bertanya-tanya?" ibunya menggeleng sembari memakan sekali lagi satu sendok makanan yang telah disajikan oleh Zee. "Baiklah kalau begitu aku akan pergi berangkat, dah Mama, dah Ayah," ucapnya sembari melihat kearah wajah wanita yang telah tertunduk itu. Di depan rumah, mobil telah terparkir dengan indah, betapa nuansanya membuat pemandangan mata sangat sejuk, siapa saja wanita yang melihat lelaki dengan kelayaan yang telah dia punya, dan juga cara berpakaiannya terutama dasin yang telah erat pada lehernya, wanita tidak akan bisa berpaling dalam waktu yang cepat. "Mari Tuan," tiba-tiba ucapan itu segera memenuhi kepala dari Miracle dia selalu disambut baik oleh para sopir dan juga satpamnya, dia memang kaya sehingga menyewa satpam beberapa dan juga menjaga mobil serta beberapa mobilnya yang sangat banyak. "Adakah yang mencari saya?" tanya Miraclesaat itu saat dia sudah memasuki jok yang paling tengah. "Ada seorang wanita yang menanyakan kabar anda, saya tidak tahu entah itu wanita yang sama seperti dahulu, tetapi saya hanya menjawab bahwa Tuan sangatlah sibuk belakangan ini," sopir itu mengucapkan hal yang sangat disukai oleh lelaki yang tengah tertawa dalam diam. "Baiklah itu jawaban yang saya inginkan, semoga kamu bisa menjadi supir saya untuk selamanya," ucapnya tanpa melihat kesembarang arah. Sekarang ini kantornya sudah terlihat rapi beberapa karyawan telah bekerja dengan sangat semangatnya, jari-jemari mereka telah goyang di atas keyboard itu dan juga sekretaris dari seorang mereka telah membersihkan tempatnya. "Selamat datang dan selamat pagi Pak," Ucap mereka saat itu sembari memberikan senyum kepada Tuhan yang memberikan mereka makanan. Miracle adalah sosok yang dingin bagi seseorang yang belum dikenal dekat, dia hanya memaparkan senyum yang sangat dingin nya dan berjalan dengan langkah yang tegak sehingga membuat beberapa karyawan sangatlah segan untuk mengobrol dengan Tuannya. "Apakah bapak itu adalah seorang rumput tanya dari 1 karyawan dengan suaranya yang dia kecil kan takut kalau nanti kedengaran oleh Tuan Miracle. "Tidak seperti itu, Apakah kamu tidak pernah dengar dia sangat baik kepada orang yang dia kenal, bahkan untuk melakukan hal yang diluar dugaan juga merupakan satu hal yang disukai," ucap satu karyawan dengan kemejanya yang sangat rapi datang untuk menjawab pertanyaan dari wanita itu. Miracle di dalam kantor nya kini sudah bekerja dengan tatapan mata yang tajam tangannya yang sudah menari di atas keyboard dan juga keseriusan wajahnya membuat dia tampak lebih berwibawa lagi. semua dokumen telah ditandatangani pikirannya sekarang ini hanya berada pada pekerjaannya dan tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan semua konsentrasi yang telah dikumpulkan oleh lelaki itu. "Hai sayang," ucapan sayang itu seketika membuat pergerakan dari mereka terhenti segalanya. "Apakah kamu mempunyai keperluan datang ke sini?" tanya Miracle saat itu dia bahkan tidak bisa memberikan pandangannya dari wanita yang telah menyakiti hatinya. "Apakah ada hal yang membuatmu membenci ku?" tanyanya sembari datang serta mengaruk tengkuk dari lelaki yang sudah tampak pucat itu. Di seberang sana perasaan dari wanita yang bernama Zee seketika tidak tenang, gelas yang dia pegang kali ini sudah terjatuh dia tidak tahu mengapa perasaannya bisa se ganggu ini, dia segera melihat foto dari lelaki yang telah berada di depannya, Dia segera memeluknya dan juga menciumnya. Zee hanya khawatir kalau terjadi apa-apa dengan lelaki yang sekarang, jadi dia tidak mau hanya karena kesalahan terkecilnya membuat hati dari mereka sedikit tidak tenang saja, maka dari itu jika tidak mau menambah rasa penasaran ini dia segera menghubungi ke kantor dari Miracle. "Halo apakah ada Tuan Miracle di sana?" suara dari Zee sedikit takut membuat sekretarisnya segera menjawabnya dengan tegas. "Ada apa, Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya dari sekretarisnya dengan lincah karena dia juga sudah mengenal dan sudah dekat dengan wanita yang selama ini memberikan makanan kepada Tuan mereka. "Tidak ada, aku hanya memastikan saja Apakah sekarang ini keadaan dari Tuan Miracle baik-baik saja?" dia bertanya sembari duduk di tepian dari tempat tidurnya. "Yah sekarang Tuan Miracle sedang menandatangani beberapa dokumen, dan juga Dia terlihat bugar setelah sampai di kantor ini," ucap dari sekretaris Miracle membuat wanita yang berada di sana sedikit tenang dia bisa bekerja kembali lagi dengan semula. Tetapi ketika ingin mengakhiri percakapan itu segeralah sekretarisnya memberitahukan apa hal yang terjadi baru saja. "Tetapi apakah Anda tidak akan datang mengantarkan makanan dari Tuan Miracle?" tanyanya dengan nada yang penuh tanda kebingungan. "Apakah Tuan Miracle mengatakan hal tersebut?" dia kembali lagi mengucapkan pertanyaan. "Tidak, tapi aku rasa ada seorang wanita yang masuk ke ruang Tuan, Miracle serta dengan pakaian yang seksi, saya takut kalau nanti akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti beberapa tahun yang lalu," ujar sekretaris itu sembari membayangkan kejadian kejadian apa yang telah dialami oleh Tuan mereka. "Jangan kamu bilang kalau itu adalah wanita yang telah menyakiti dia, untuk yang keberapa kalinya," ucap dari Zee sembari berdiri dari duduknya dengan menggenggam ponsel itu dengan erat. "Saya rasa anda telah benar," ucap sekretarisnya seperti menyudahi percakapan tersebut. Bagaimana ini, sekarang ini hati dan juga pikiran dari wanita yang bernama Zee itu tidak lagi bisa berjalan dengan lancar, dia tidak bisa mengatakan hal seperti ini dia tidak bisa melanggar apa yang menjadi privasi dari tuannya. Zee tidak bisa berbuat apa-apa, tandanya sekarang ini dia hanya berjalan mondar-mandir seperti setrikaan saja,"Apakah hal yang harus aku lakukan di satu sisi aku tidak mempunyai kewenangan untuk menghentikan apa yang dilakukan oleh mereka, namun disatu sisi aku sangat merasa bersalah kalau nanti wanita itu akan mengambil lagi semua kekayaan dari mereka." Di seberang sana Miracle, sudah berdiri dia bahkan sudah membuka jasnya dengan wajahnya yang memerah, dian tidak tahu langkah selanjutnya dia hanya bisa berdiri dan menyesuaikan apa yang seharusnya dia sesuaikan. "Apakah kamu tahu rasanya bagaimana aku selalu seperti ini dari wanita itu?" seketika mulutnya terbuka dan membuat jantung dari Miracle berdegup tak karuan. "Tolong kamu jaga sikap kamu, kamu adalah wanita matre tetapi kenapa kamu datang kembali lagi kepadaku, jelas-jelas waktu itu aku telah membuang kamu jauh," ucap dari Miracle kembali saat itu dan membuka sedikit Dasi yang dia kenakan. "Bukan kah aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku sangat mencintaimu, tolong pikirkan sekali lagi itu, aku akan berubah demi kamu," dia mengucapkan hal tersebut sembari mencoba untuk menunduk serta berlutut di depan lelaki itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN