Nyawa adalah taruhan untuk setiap langkah kaki yang kita tempuh, wanita dengan sisir rambut yang berada di jari kakinya kali ini sedang tidur renges sekali, bahkan dia juga tidak melihat lagi siapa orang yang beradadi tempat itu, dia terbangun saat merasakan ada sinar mentari yang datang membuat dia bangun dari tidurnya itu. Ingin mengumpat karena kesal merasakn mentari itu,namun etika bibirnya hampir terbuka dia melihat siapa gerangan yang hadir dan membuatnya segera sigap untuk berdiri melipat selimut kecil yang tadi dia pakai. Dia berdiri seperti komando saja, dengan tangan yang dia buat di belakang pinggulnya dan tentunya dengan badan yang sudah siap menerima semua caci makian, pasalnya dia bangun sudah jam Sembilan, pemilik rumah saja bahkan tidak bangun seperti jam itu. Maya, adala

