MARAH

1092 Kata

Zee tersenyum akhirnya dia dapat sampai di rumah dengan napas yang ngos-ngosan, yah napas yang ngos-ngosan paslanya dia tengah melarikan diri dari kantor, dia melihat betapa grang dan juga sinisnya lelaki dengan kemeja berwarna abu rokok itu, dia sanagt ngeri, sesampinya dia melangkahkan kaki ke dapr mengambil minuman dan meneguknya habis satu gelas, dia menarik napas dan kedua tangannya kali ini dia kletakkan di atas meja, dia melihat ponselnya ada panggilan masuk yang selalu saja mengangu konsentrasinya ketika ingin marah,”wah, apakah dia mau membunuh aku setelah pulang dari kantor tadi?”tanyanya sembari menarik kedua lengan darri baju yang dia pakai. Dia bingung apakah dia harus menerima panggilan masuk ini atau sebaliknya, namun di satu sisi dia tampak dan sangat khawatir untuk semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN