Ini terlalu cepat jika kalian mengatkan bahwa saat ini Zee tidak merasa sengsara, lihat saja sekrang ini perilakunya, dia terbilang sangatlah primitive, hanya memandang dingding dengan tatapan kosong.
POV 1 MIRACLE
Arg ini terlalu rumit dan sangat sulit untuk di mengerti, bagaimana bisa aku menaruh hati kepada wanita yang baru beberapa hari ini bersama diriku, sungguh tidak mungkin, dan tidak masuk akal. Rasanya dia membawa diriku dalam dekapan alam yang berbeda, kalian tahu itukan?
Aku menatap ke depan, yah posisi diriku saat ini telah berada pada engsel pintu untuk membuka ruangan wanita yang telah membuat diriku ambigu, beberapa hari ini, tak kuasa diriku untuk menahan semua ini, dan juga ini rasanya yang membuat diriku menjadi lemah.
Mata elangku yang beberapa hari belakangn ini sangat tajam, tiba-tiba berubah menjadi sayup hanya karena diriku ingin mengenal lebih dalam waniyta itu, aku pun tidak tahu bagaimana ini, di satu sisi rasa ini untuk Vanessa, dan di satu sisi lain ada rasa entah hanya mengagumi atau sebatas teman untuk seorang wanita yang entah dia melakukan apa saat ini.
Kakiku melayang, seiring wanita yang kuhindari saat ini berada di depan mataku, arg.. rasanya sungguh ingin jatuh benaran, dia membuat jantungku marathon lagi, dia membuatku merasa di terbangkan dalam hitungan detik. Selang berjalan dengan menitnya, dia kembali mendekat membuat aku tidak mungkin bisa lancer untuk menarik dan membuang napas, ohw tidak dia benar membuatku gugup, tangannya kali ini bergerak menuju leherku, pikiran ini jelas-jelas sudah terarah ke hal yang sangat negative, kalian tahu kan apa yang membuat diriku sepert i ini? Gerangan ini membuat diriku rasanya masuk dalam perangkap yang berbau primitive atau sebaliknya.
Arg… desahku karena kini bibirnya sangatlah dekat kea rah wajahku, aku juga tahu bahwa dia saat ini bersikap baik kepada diriku, ya ini adalkah perihal tentang dasi yang kali ini terlingkar di leher tanpa adanya keserasian, pikirku benar-benar kacau, kali ini aku memaksakan untuk menoleh ke sembarang arah dengan tujuan agar diriku ttidak menatap bola matanya yang ternyata sangatlah indah, berwarna coklat dan kalian juga tahu, bahwa kali ini hanya ada kami berdua di ruangan ini, tidak sekalipun ada suara yang terdengar, saat itu hingga saatnya dasi yang tergantung tadinya di leherku, kali ini sudah kembali rapi, aku memberikan sedikit polesan senyum, mungkin ini akan membuat wanita yang berada di depanku sedikit melayang hatinya, dia kan merasa salting.
“Apakah kali ini anda merasa bahwa saya keterlaluan, maafkan saya Tuan, saat ini saya hanya melihat kesalahan pada dasi yang anda pakai saat ini,” jelas-jelas dia benar, tetapi aku tidak sama sekali mau mempermasalahkan ini, aku akan tetap bersikap professional sebagai mana mestinya, aku juga harus tahu bagaimana mengondosikan semua ini,”baiklah,”jawabku seadanya tetapi tidak dengan keadaaan hati yang sebenarnya, kami berdua kali ini saling menatap, lebih tepatnya melihat bitnik mata dari masing-masing. Selebihnya aku mngalihkan pandangan aku tetap bisa bernapas, tahukah kalian aku benar-benar gugup, sembari kali ini kuingat apa yang telah di katakana oleh ibuku.
FLASBACK
Aku menatap bola matanya yang penuh dengan harapan, dia benar-benar membuat diriku merasa bersalah dan dia juga menuntut diriku agar segera menikah, tetapi apa dayaku, gebetan saja tidak punya, apa yang akan aku nikahi, tidak mungkin kayu, tidak mungkin dokumen yang selalu membuat kepalaku berdenyut tak karuan, jelas-jelas aku sangatlah takut tidak bisa menjawab apa-apa. Dia membuka mulutnya,”jelaskah, inu ingin mendapatkan cucu sebelum ibu pergi nantinya ke alam yang sangat berbeda dari alam yang sangat jauh, apakah kamu tidak ingin mengabulkan permintaan ibu yang sangat sederhana ini?” dengan mengatakan hal yang seperti itu, sudah jelas kini dia ingin memberikan kepadaku satu hal peringatan atau kode.,”aku tidak mempunyai pacar, dan aku tidk mempunyai rencana untuk menikah ibu,” jawabku datar sembari menatap dinding yang berada di belakang punggunya,”Apakah kau tidak melihat wanita yang bernama Vanessa, dia terlihat sangatlah berbeda dari wanita yang sedang kamu temani, dan apakah kamu tidak sadar dari tatapan matanya dia sangat mencintai dirimu,” ketika ibuku mengatakan hal seperti itu, hatiku tertaampar, maka dari situ aku mulai merasakan ada juga deretan yang sama dalam hidup ini, gejolak hati akan menjadi gejolak hati, dan semua ini akan menjadi cinta yang terpendam,”berikan aku waktu tiga kali dua puluh eempat jam, maka aku akan memberikan kejelasan untuk semua ini,”kakiku mengarahkan diriku untuk pergi seiring aku mendengarkan kali ini ada jeritan dari kamar wanita yang tadi kuketuk pintunya,”apakah kamu akan menepati apa yang menjadi tanggung jawabmu?” ibuku benar-benar perlahan menyiksa diriku, bukan aku tidak mau untuk menikah, tetapi satu hal yang aku inginkan, aku hanya tidak ingin membuat lagi bekas luka yang abadiu, aku hanya menginginkan satu wanita yang dapat membuat hifupku berubah, yang benar-benar mencintai diriku, yang benar-benar menyayangi diriku bukan hanya sekedar melalui perkataan, karena melihat kondisi uang, dan juga ketampanan yang kali ini telah aku miliki.
“Baiklah, aku akan tanggung jawab, untuk semua ini, ibu hanya perlu untuk menunggu diriku, dan menunggu jam kembali berputar, saya janji untuk semua hal yang telah saya ucapkan,”aku benar-benar tidak paham, apakah aku bisa memenuhi apa yang telah aku katakana, namun yang pasti, aku akan memberikan kabar kepada wanita yang sudah berumur ini,”jangan kamu buat pengharapan kepada ibu, dan untuk wanita yang berstatus sebagai pembantu itu,” aku hanya berjalan,seolah tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibuku.
FLASBACK ON
Jika kalianmengatakan diriku sangatlah egois, aku akan menerima itu dengan lapang d**a, mungkin ini adalah karma bagi diriku, mungkin ini adalah sebuah balasan tuhan unyuk diriku, kali ini yeriknya tidak kalah main, dia seolah mengajak semua orang yang berada di bumi ini, gelut, bahkan kulit wanita yang sedang berjalan menuju ke kantor telah aku melihat diriku, dan begitu juga dengan cepat mereka menundukkan kepala, tidak berani melihat bola mataku, yah selaku saya adalah atasannya,sudah jelas mereka saya menyegani saya bukan?
Setelah selesai menandatangani dokumen yang di siapkan oleh wanita yang kini berada di ruang kerjanya, aku memutuskan untuk istirahat saja,lelah rasanya kalau sampai saat ini belum ada kepastian untuk jawaban atas pertanyaan yang sangat rumit ini,pikiranku sekarang sudah terarah kepada dua wanita yang telah mengerogoti kesadaranku seiring waktu berjalan,”ahhh…kenapa mereka selalu saja membuat otak kanan dan otak kiriku tidak berfungsi, ini sangat melelahkan, aku berada dalam labirin yang aku buat sendiri,” desahku sembari mengeluarkan suara yang sangat keras sekali.