Ini bukan masalah tentang Miracle lagi dengan kisah percintaan bersama Zee tetapi ini masalah harga diri bersama sosok yang baru saja dia jumpai,benar-benar sekali ini menguras emosi dari Miracle dia ingin bertengjar dan tentunya Vanessa ingin menjambak rambut Zee sekeras-kerasnya d depan umum, menurunkan harga diri? Siapa yang pertama sekali menurunkan harga diri mereka? Apakah ini sebuah lelucon? Sorot mata yang begitu dalam bertanya tentang semua ini terutama Reyhan sebenarnya dia sangatlah rindu untuk memekkluk Miracle namun ketika melihat sikapnya yang angkuh dia benar saja sangat jijik ketika melihat Miracle dengan wanita dress putih yang dia kenkana.
“Hai sobat? Apakah kamu belum mengenalmsiapa dana pa latar belakang dari aku?” Miracle menepuk pundak dari Reyhan dengan pandangan yang terlihat seperti neraka di atas neraka saja. Dengan cepat Reyhan menepis tangan itu dan dia mundur satu langkah ke belakang dan menjawab pertanyaan dari Miracle tadi.
Perdebatan kecil terjadi di antara mereka Zee yang melihat itu sedikit khawatir pasalnyananti jangan sampai ada pertempuran pada tempat yang ramai seperti ini, sedangkan Vanessa dia hanya tersenyum saat melihat nantinya bagaimana reaksi dan juga respon yang akan lelaki itu berikan saat melihat Miracle memberitahukansiapakah dirinya yang sebenarnya.
“Sudahlah bro, jangan membawa pangkat dan jabatan orang tua di sini,”dia tertawa kecil sembari menatap dengan bengis wajah dari Miracle.
“Tidak apa, jelas saja anda sudah terlihat takut seperti ini, lihat dengan wajahmu menyedihkan.”
“Menyedihkan?” dia mengeluarkan ponsel dari saku celana yang dia pakai.
Zee melihat masih dengan mata yang tenang dia mengira bahwa semua ini akan menjadi waktu dan kesempatan yang baik untuk memulai hal yang unik bersama Reyhan melihat bagaimana Reyhan sangatlah respek kepada dirinya dia sangat suka akan hal itu, dia juga terlihat menyangagi dirinya sendiri.
“Dih, pede banget gue, kenapa yakin dengan Reyhan yang mencintai gue,” gemesnya sendiri dengan kakki yang diangkat ke atas karena merasa geli sangat.
“Baiklah, apakah kamu mau melakukan pemotretan akan diriku? Lebih baik jangan pasalnya nanti dirimu terlihat menyedihkan karena semua orang yang berada di media social akan membully anda habis-habisan,”tawanya seketika menjadi hal yang sangat renyah bagi dirinya.
“Apa? Aku hanya ingin melihat betapa jelek wajahku sehingga di bawahku ada orang yang lebih jelek sekali memandangku,” dia melecehkan secara to the point lelaki yang sudah mengepal tangan itu.
Mereka terlihat sangatlah ricuh akan suara dan juga perdebatan yang muncul saat ada perselisihan yang sangat besar, selebihnya saat ini ada wanita yang khawatir akan bagaimana nanti ujung dari permasalahan akan ketampanan ini, sudahlah hanya itu sekarang yang berada pada pikiran Zee seorang pasalnya dia sudah tahu akan hal-hal semacam ini, dia sudah biasa menghadapi lelaki semacamini, langkah kakinya ingin pergi meninggalkan ketiga orang itu, namun dia tidak kuasa saat mendengarkan bahwa ada yang menyebut namanya dengan sembarang arah.
“Apakah kalian berantam hanya karena wajah yang terlihat sepertiktoran ayam yang hangat itu?”tanyanya dengan mendekat ke arah Miracle. Dia tersenyum dan siapa lagi itu kalau bukan Reyhan? Dia sama sekali tidak terima akan pencemaran nama baik dari wanita yang sudah mengepal tangan kuat itu di seberang sana dengan pandangan mata yang sudah memerah dan juga nyawanya yang tidak lagi mungkin akan berada ditempat itu.
Ingin menampar wajah dari Vanessa, namun langkah dari Zee seketika berhenti saat kupingnya mendengarkan juga apa yang baru saja di katakana oleh Reyhan benar-benar membuat hatinya dag-dig-dug dia takut kalau pembelaan ini nantinya dapat menumbuhkan rasa yang tidak sepatutnya ada di antara mereka.
“YAAAH,” tariknya panjang membuat beberapa pengunjung sekilas menatap kea rah mereka.
“Semua wanita memang sama, terutama wanita kaya mereka kira mereka lebih dari segalanya, lebih dari bidadari dan juga dewi, hingga-hingga mereka menghina wajah yang tidak sepantasnya mereka hina, sungguh menjengkelkan sekali, saya bahkan muak melihat wanita yang seperti ini,” suaranya dia keciljkan dan matanya hanya menatap kea rah Vanessa seorang saja.
Perlawanan kembali hadir menemani mereka semua dengan jantung yang mungkin akan copot, ketika langkah kaki dari Zee tadinya berhenti namun saat ini tidak lagi, dia malah berlari saat melihat dengan mata kepalanya sendiri saat pukulan dari tangan Miracle akan melayang, dia memeluk tubuh Reyhan di depan mata kepala Miracle dan juga Vanessa saja.
“YAH. Saya akui kalian adalah orang kaya, orang kaya baru yang sok asik tetapi lebih baik jangan pernah lakukan hal semacam ini kepada orang semacam saya,”jelasnya sembari menatap wajah dari Vanessaberganti-ganti menatap wajah Miracle.
Malam ini terlalu cepat berlalu, wanita yang sudah tidur di ranjang dia terbangun seketika saat melihat bahwa sekarang sudah jam lima pagi, gawat dia harus memberikan makan dan juga membuat bekal kepada Miracle, dia takut untuk semua ini pasalnya ibunya sedang kondisi yang tidak baik-baik saja, dia bangkit dan juga membersihkan wajahnya serta menyikat giginya. Sesampainya di dalam dapur dia melihat bahwa sudah ada beberapa pembantu yang mengerjakan semuanya dia bangga kepada beberapa pembantu tersebut karena bangun dengan cepat, dia menarik napas dengan panjang dan mengucapkan trimakasih kepada pembantu yang berada di tempat itu.
“Maafkan aku karena datang terlambat, kalian memang yang terbaik aku sangat suka,”dia mengurus beberapa pekerjaaan lainnya dengan lihai karena dia juga merasa tidak baik kalau melihat pembantu tadi bekerja.
“Tidak apa-apa, saya dengar apakah kamu berantam bersama Vanessa dan juga Tuan Miracle beberapa hari yang lalu?”tanya mereka berdua kembali dan menatap ke arah Zee yang tadi sudah sempat untuk sedia bekerja. Dia menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah pembantu tersebut.
“Apakah kalian juga mengetahu hal itu?”wajahnya sedikit sumringah dan tangannya berhenti unutuk bekerja.
“Siapakah orang yang tidak mengetahui hal tersebut? Lihatlah di media social wajah kalian berrsama lelaki yang saya pun tidak tahu itu sudah menyebar,”tawa mereka dan sedikit menutup mulut tidak percaya, pasalnya kali ini wajah yang muram itu sedikit lebih konyol.
“Tidak apa-apa, saya tahu nanti pagi saya akan kembali di panggil seiring berjalannya waktu, saya akan terkena azab,”tawanya dengan sedikit polesan yang menanti pada wajah beberapa pembantu itu.
“Benar sekali, saya suka dengan sikap pasrah kamu, tidak apa-apa kalau ini memang adalah jalannya cinta anda harus tetap mempertahankan semua itu,” ucap mereka berdua dan memberikan semangat kepada Zee.
Zee tertawa dan mengiyakan ini semua dan bahkan dia tidak sadar akan kebodohan yang dilakukan oleh kedua pembantu temannya itu, dia langsung Sadar ketika kedua pembantutadi sudah pergi ke depan.
“Tidak, apa maksud kalian?”suaranya begitu mengelegar sangat.