Jalur kelihatannya masih lebih panjang dari perkiraannya, bahkan ini lebih terlihat susah untuk di lewati meskipun ada tawa di dalamnya dia tetap mencoba untuk terdiam mengikuti arah langkah jarum jam. "Baiklah, Tidka apa-apa kalau anda memang berniat untuk tidur di atas sofa, yang terpenting anda telah senang dan menemukan kembali jati diri anda," ucapnya saat itu bersikap seolah tidak ada yang tejadi. Cuaca tidak dingin untuk saat itu jadi bisalah tidak ada pemikiran-pemikiran kotor yang terlalu implusif dengan semua ini, untung saja Reyhan juga adalah lelaki baik matanya sama sekali tidak keranjang dan juga tubuhnya bisa di ajak kompromi. Dia mencoba untuk tetap tenang di tengah derasnya masalah kehidupan yang dialami oleh wanita itu, setelah di lihat-lihat dia lebih cantik dari apa

