Chapter 6 : Roommate dan Bocah tanpa bola mata

2536 Kata

          Boleh tidak Retta meminta untuk di pulangkan saja. Ia akan bersujud dan meminta pengampunan Kakaknya itu, ia akan melakukan apapun yang Kakaknya itu minta asalkan dirinya pulang ke rumah sekarang juga. Menatap bangunan asrama yang berada di depannya saja sudah membuatnya mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam. Padahal dia berdiri di depan gerbang asramanya saja sudah membuat kaki Retta bergetar pelan. Ia merasakan merinding di sekujur tubuhnya.           Sebenarnya tidak ada yang salah dengan gedung asramanya itu, masalahnnya adalah terletak pada para penunggu yang sialnya sangat banyak sekali. Apalagi saat ini mereka malah memandang dirinya penuh minta. Gedung asrama itu di apit oleh 2 pohon beringin besar yang mana terlihat seperti pintu gerbang kedua bagi Retta. Jadi, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN