"Rumahnya di mana, sih?" Rey tidak tahu dan sedikit tidak paham alasan Marsha meminta izin pulang waktu itu, tetapi cowok itu yakin sekali pasti ada suatu hal mengerikan sedang terjadi—meskipun gadis berwajah pucat itu pintar merahasiakannya. Mendesah kasar menyiratkan gusar, Reynand melirik kembali google maps yang di-download di layar gawainya. Atensi beralih pada langit biru yang lambat laun mendung secara tiba-tiba. Menurut dirinya hal ini terasa ganjil, tetapi Rey berusaha tak ambil pusing. Kini Rey masih berada di bus yang tak lain dan tak bukan notabenenya bus kedua yang datang di pemberhentian setelah bus yang dinaiki Marsha melaju terlebih dahulu. Amboi, dirinya telat membuntuti gadis itu dalam jarak yang terpaut dekat. Anggap saja nasibnya lagi-lagi apes, padahal Rey sudah g

