Mengaku

1727 Kata

"Soal itu aku pun gak tau, Mas. Sarah udah meninggal aja, aku perlahan lupain kasus di rumah itu. Gimana caranya diwariskan sedangkan Sarah udah meninggal dunia?" Mas Arif bergumam, ia meletakkan telunjuk di bibir. Kemudian, menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. Apakah ia berhasil menemukan praduga lagi? Karena terlalu sering memikirkan masalah ini, kesehatanku lumayan terganggu. Selain maag, aku juga punya gejala penyakit typus. Aku tidak boleh kelelahan, apalagi sedang hamil muda. Tiap malam jarang makan. Hanya minum air putih, itu saja sudah dirasa kenyang. Tengah malam nanti barulah merasa lapar, tapi malas beranjak ke dapur. Ya Tuhan, memang hobi sekali mencari penyakit. Namun, apa daya? Semakin dipaksa makan, perut tidak enak dan akhirnya muntah. Hari ini Mas Arif bera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN