Halusinasi?

1705 Kata

Aku mencubit lengan Mas Arif begitu sampai di rumah. Rasanya ingin mengacak-ngacak rambut pria ini. Sudah tahu Alvaro adalah seorang psikopat, mengapa tega mengorbankan keponakan sendiri? Aku tak habis pikir, bingung dengan jalan pikirannya. Dengan napas terengah-engah saking menahan emosi, aku menatap dalam pria itu. Sedangkan ia? Hanya terkekeh melihatku. "Argh!" geramku yang tak tahan ingin menabok wajahnya hingga babak belur. "Eh, apa ini?" Ia masih pura-pura tak tahu. "Kamu gila ya, Mas? Kenapa coba ngejodohin keponakan sendiri sama Alvaro? Kamu `kan tau dia itu psikopat! Berbahaya! Tukang santet pula. Mau keponakanmu mati konyol?" umpatku. "Sekarang Mas tanya, kamu pernah lihat keponakan Mas yang fotonya begitu? Atau pernah denger keluarga Mas yang namanya Angel? Ada gak?" A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN