"Alvaro? Kenapa dia, Mas?" tanyaku penasaran. Mas Arif pun mengantarku masuk kamar dulu, baru menjelaskan. "Kayaknya sebelum dikubur, ada yang lupa lepas tali pocongnya. Jadi, arwah Varo gak tenang," jelas Mas Arif. Aku terdiam, apa hubungannya? "Serem banget, Mas. Jadi yang pocong itu beneran pocong?" Mas Arif mengangguk, lalu pergi tertidur. Sedangkan aku masih sulit memejamkan mata. Takut jika pocong itu kembali lagi dan menakuti. Namun, Mas Arif berkata pocong itu tak kembali karena tujuannya datang ke mari sudah diketahui. Ya, dia ingin makam dibongkar dan melepas tali pocong itu. Esok hari, sekitar pukul tujuh pagi. Cuaca mendung, sepertinya bulan ini musim hujan. Sebenarnya malas keluar, tapi penasaran juga kok bisa tali pocong lupa dibuka. "Risti sini aja, jangan ikut! Huja

