Hari ini lumayan melelahkan. Bukan karena sakit, tapi cuaca yang begitu panas hingga AC saja rasanya tak cukup. Aku sampai ingin membeli banyak es krim, tapi tentu saja dilarang Mas Arif. Dengan berat hati aku mengambil es di kulkas. Yap, membuat sirup sendiri lebih tepatnya. Mas Arif kebetulan mengambil libur beberapa hari karena berbagai alasan. Ia ingin fokus merawatku karena kehamilan muda ini rentan terkena masalah. Ia tak ingin terjadi hal-hal buruk mengenai calon anak kami. Karena aku belum bertanya tentang mendiang Alvaro hari itu, akhirnya siang ini kesampaian juga. Ketika ia sedang bersantai di teras, yang entah sejak kapan, aku pun mendekatinya. "Mas, nih ada es. Minum dulu," ucapku sambil menyodorkan gelas berisi es sirup jeruk. Ia menoleh, tapi bukannya diterima malah berek

