"Kal, tolongin gue ya, hari ini gue ada rapat dadakan, tolong lo periksa semua berita, lo baca ulang dan kalau perlu edit, lo edit, setelah itu lo setor ke gue biar nanti gue naikin atau engga" Jelas Adam
"oke bang" jawab Kalia. Hari ini dia tidak ada jadwal untuk melakukan liputan di luar, email yang masuk juga sedikit.
"sip, nanti sore gue balik lagi ke kantor dan gue cek ulang, untuk berita yang ngisi sampe sore udah gue up di web, jadi aman" Jelas Adam lagi
"oke bang"
"oke. oh iya, save di komputer lo aja deh, gak usah kirim ke gue, biar nanti gue langsung up dari situ" Lanjut Adam sebelum pergi.
"iya bang, siap" jawab Kalia lagi.
Setelah Adam pergi bersama sang asisten, Kalia bisa menghela nafas lega, entah kenapa meskipun hari ini Adam belum melakukan hal yang membuat Kalia naik darah, rasanya tetap saja Kalia memiliki kesal kepada laki-laki itu. Entah lah. Mungkin Adam memang memiliki bakal membuat orang lain kesal meskipun hanya melihatnya saja.
Kalia mulai melakukan pekerjaannya terlebih dahulu, baru mengerjakan tugas yang Adam berikan, hari ini dia tidak berniat untuk lembur, jadi semua pekerjaan harus dengan tepat waktu dia selesaikan meskipun pekerjannya memang tidak terlalu banyak dan masih tahap normal.
Hingga waktu memasuki jam makan siang, Kalia mengirim pesan kepada Chiara untuk membelikannya salad buah, dia sedang tidak ingin makan makanan yang berat, perutnya belum terlalu lapar dan dia juga terlalu malas untuk keluar. Menitip adalah jalan ninja Kalia untuk mendapatkan makan siang.
Ponsel Kalia kembali bergetar singkat, sebuah notifikasi pesan muncul dari aplikasi kencan yang Kalia biasa mainkan
Zaky
Hari ini kerja?
Sudut bibir Kalia refleks tertarik membentuk sebuah senyum, meski sedikit. Kalia cukup terkejut karena laki-laki yang kemarin menyebut Kalia jutek itu ternyata kembali menghubunginya.
Iya, kerja. Kamu?
Balas Kalia, bisa dibilang hatinya sekarang ini dag dig dug karena membalas chat tersebut dengan sebuah pertanyaan balik. Sungguh, Kalia sedang belajar mengaplikasikan teori dari Chiara. Apakah yang dibilang sahabat baiknya itu betul atau tidak.
Zaky
Gapapa, cuma tanya. Semangat kerjanya. Aku juga kerja kok
"wow" Ucap Kalia tanpa sadar saat membaca balasan pesan yang dia terima dari akun bernama Zaky tersebut.
"Kal"
Kalia langsung menoleh ke arah pintu ruangannya saat kepala Chiara muncul di sana dan memanggilnya.
"masuk Chi" suruh Kalia
Chaira langsung masuk ruangan Kalia, di ruangan itu memang hanya ada Kalia saja sendiri.
"nih salad buah lo" Ucap Chiara sambil menyodorkan salad buah pesanan Kalia
Kalia menerima salad buahnya "thank Zeyenk, kok lo cepet banget makan siangnya?"
"gue juga males makan, jadi tadi ini gue bungkus dim sum" jawab Chiara sambil mengacungkan makanannya
"yaudah, makan di sini aja"
"emang. Males gue kalau makan di ruangan"
"kenapa?" Tanya Kalia sambil menyiapkan salad buah miliknya
"takut di suruh ini itu, padahal masih jam makan siang" kesal Chiara
"pasti mba Poppy" tebak Kalia
Chiara memutar bola matanya "iya, siapa lagi kalau bukan dia, mentang-mentang di jam makan siang kita ada di dalam kantor, dia bisa seenaknya nyuruh. Dasar tukan caper, gak tahu waktu. Nyebelin!"
"kayanya emang setiap ruangan dan departemen jenis manusia seperti itu pasti ada ya Chi" Sahut Kalia yang sudah memulai makan siangnya.
"jelas, toxic itu akan selalu ada di setiap tempat, kalau di tempat lo kan si Adam kolornya jin iprit"
"betul, kalau udah bertingkah tuh pengen gue hih, rasanya gereget" kesal Kalia kala ingatan tentang Adam yang sungguh menyebalkan muncul di kepalanya.
"sama banget. Kalau aja itu sianida cuma ngasih efek mules-mules, udah gue kasih ke mba Poppoy Margepoy, sayang aja efek sianida bikin mati. Jadi ogah gue"
"eh iya Chi, barusan gue di chat sama si Zaky lagi" Adu Kalia
Chaira mengerutkan keningnya, bingung "Zaky mana?"
"itu lho, Zaky yang chat gue di akun kencan, yang bilang gue jutek dan lo baca sendiri chat nya" jelas Kalia
"ooooh dia, chat apa?" tanya Chiara yang sekarang antusias
"biasa, cuma tanya hari ini gue kerja atau engga, udah gitu aja"
"terus lo bales?"
Kalia mengangguk "iya, gue bales" jawabnya sambil mengunyah salad
"lo tanya balik gak?"
Lagi, Kalia mengangguk. Menelan salad yang di dalam mulutnya "iya, gue tanya balik, deg deg ser gila jantung gue"
Chiara berdecak "lebay lo! lo nanya apa emangnya?"
"ya gue tanya balik, dia kerja atau engga, gitu aja"
"terus"
"ya dia jawab, terus dia nyemangatin gue"
"nah kan! apa gue bilang! beda kan? teori gue bener dong? gak semua orang kaya si bresengsek Bagas, buktinya si Zaky itu gak masalah kalau lo tanya, malah lo di kasih semangat" jelas Chiara
Kalia mengangguk, setuju dengan ucapan Chaira "iya, dan yang bikin kaget nya adalah dia mau chat gue lagi setelah dia bilang gue jutek pas kemarin"
"ya maklum lah, di aplikasi begitu mah gak aneh Kal, makanya gue akan selalu pantau lo"
"iya Chi, iya"
***
Waktu menunjukan pukul lima, itu artinya jam kantor selesai dan Kalia bisa segera pulang, apalagi kerjaan Kalia semua sudah selesai, termasuk tugas tambahan yang Adam berikan, semua beres res res.
Zaky
udah pulang kerja?
Kalia tersenyum saat membaca chat Zaky
Sudah, ini mau keluar kantor. Jawab Kalia
Zaky
Hati-hati
Kalia mengunci layar ponselnya, bersiap keluar ruangan utuk menunggu Chiara di lobi.
"eh Kal, pulang?" tanya Andi saat berpapasan dengan Kalia
"iya bang"
"Duluan ya Kal, Chiara bentar lagi juga keluar"
"iya bang, silahkan" ucap Kalia dengan sopan.
Kalia duduk di salah satu kursi yang ada di lobi. Ponselnya kembali bergetar, tanda notifikasi baru muncul.
Hanzel
Hi, salam kenal
Kalia mengerutkan keningnya, sama seperti sebelumnya, dia tidak langsung membalas pesan masuk di aplikasi kencan tersebut tapi lebih dahulu mengecek match di akunnya. Ternyata bertambah, kini Kalia punya sepuluh akun yang match dengan dirinya.
Salam kenal. Balas Kalia
Hanzel
Sudah Kerja atau kuliah?
Sudah kerja. Kenapa?. Tanya Kalia balik. Setidaknya Kalia sudah mulai terbiasa membalas dengan pertanyaan balik meskipun hanya kenapa? atau kamu?
Hanzel
Gapapa. umur kamu berapa?
Kalia mengerutkan keningnya, pertanyaan Hanzel sungguh berbeda dari lawan chat Kalia sebelumnya
24, kamu?. Balas Kalia
Hanzel
wah sama, aku juga 24
Oh iya. Balas Kalia, sejujurnya Kalia tidak tahu harus membalas apa lagi. Dari pada dia tidak membalas? oh iya rasanya lebih baik.
"Kal ayo!" Ajak Chiara yang sudah berjalan menghampirinya
Kalia bangun dan menghampiri Chiara untuk kemudian pergi keluar gedung
"moka lo sepet banget Chi"
"iya, mba Poppy nyebelin" bisik Chiara, takut suaranya terdengar seseorang
"lo di tahan lagi?"
"hampir Kal, hampir gue suruh lembur" Kesal Chiara
"emang kenapa? kerjaan lo belum beres?"
"mana ada! itu si k*****t Gufron belum kelar, terus mba Poppy minta gue buat bantuin"
"terus lo bantuin?"
"iyalah! emang ada yang berani bantah dia? dia kan mulutnya ngalahin Garaga. Racun!"
"tapi kok cepet beresnya?"
"iya, gue kebut. Gue suruh aja si Gufron juga ngebut. Lagian bocah k*****t emang, pas siang santai sambil mabar, pas mepet mau pulang malah sibuk gawe. Nyebelin"
Kalia mengusap penunggung Chiara " sabar bu, nanti makin tua" ucap Kalia
"sialan lo! traktir gue es krim dong. Biar gue gak kesel lagi gitu" pinta Chiara dengan senyum lebarnya
"yeuuu, malah malak gue" Protes Kalia
"ayolah beb, es krim mekdi gak bakal bikin lo bangkrut kok" rengek Chiara
Kalia mendecak "yaudah ayo! satu aja!"
Chiara langsung bersorak "yey! tengchu bebihh"
***
"mau lo dulu atau gue dulu yang mandi?" tanya Chiara. Keduanya sudah sampai di kosan setelah sebelumnya makan malam terlebih dahulu.
"lo duluan aja Chi, gue masih keringetan" jawab Kalia
"oke" Chiara langsung meraih handuknya dan masuk kamar mandi.
Ponsel Kalia kembali bergetar, pesan dari seseorang di aplikasi kencan kembali muncul di layar ponsel Kalia.
Hanzel
assalamualaikum, selamat malam
waalaikum salam. Malam. Jawab Kalia langsung
Hanzel
sudah pulang dari kantor?
Sudah. Kamu? balas Kalia lagi
Hanzel
Aku belum kerja. Masih beresin kuliah. hehehe
Oh gitu. okedeh. Kalia tidak lagi bertanya balik, dia bingung harus bertanya apa lagi. Takut di bilang kepo dan mau tahu saja urusan orang lain.
Hanzel
boleh minta nomor?
Kalia mengerutkan keningnya. lagi-lagi bingung harus menjawab apa. Hingga pintu kamar mandi terbuka dan Chiara keluar dari sana.
"cepet banget lo mandi" ucap Kalia
"ngapain lama-lama. nyabun?"
"lo mandi emang emang gak pake sabun?!" sewot Kalia
Chiara terbahak "ya pake lah, ya kali abu gosok. Lodoh kulit gue sampe tulang"
"eh Chi, sini. Gue mau tanya"
Chiara mengerutkan keningnya, sebelum menghampiri Kalia, dia menggantung handuknya terlebih dahulu "apaan? ada gosip baru? pesta discount? gratis ongkir? cowo ganteng? atau-"
Ucapan Chaira langsung berhenti saat Kalia melemparnya dengan boneka "berisik lo"
Chiara menampilkan senyum tiga jarinya "jadi ada apa kanjeng ratu manggil hamba?"
"Ada yang minta nomor gue Chi"
"lah siapa? kalau tukang kredit, gak usah. Gak penting"
Kalia memutar bola matanya "plis lah Chi, ogah juga kalau itu"
"so, siapa yang minta nomor lo? orang kantor kita?"
Kalia menggeleng "bukan, bukan anak kantor"
"terus?"
"orang di aplikasi kencan"
"Si Zaky itu? yang chat lo dari kemarin?"
Lagi-lagi Kalia menggeleng "bukan, si Zaky gak minta nomor gue"
"terus? ada lagi yang baru? kok lo belum cerita?"
Kalia menghela nafas "orang dia juga baru chat gue. Terus langsung minta nomor. Kasih jangan Chi?"
"orang nya gimana? maksud gue kesan pertama pas chat gitu?"
"sopan, chat gue pake salam dulu. Gak tahu deh aslinya"
"mau nyoba kasih? kalau dia aneh bisa langsung lo blokir" saran Chiara
"mau sih, tapi takut"
"gini deh, lo kan punya nomor dua, satu buat internet dan satu lagi nomor penting lo. Nah, yang lo kasih jangan nomor penting lo, tapi kasih nomor internet lo. Jadi pahit nya kalau dia kesel sama lo dan sebar nomor lo, lo bisa dengan gampang off kartunya atau buang" jelas Chiara
Kalia tersenyum, mengacungkan jempolnya pada Chiara "saran yang bagus. pinter banget lo Chi"
Chiara terbahak "kapan gue pernah b**o sih Kal" Bangga Chiara
"sering"
"jahat Kalia!"
***
082XXXXXXXXX. Itu nomor ku
Setelah selesai mandi, Kalia memutuskan untuk memberikan nomor miliknya kepada Hanzel. Berharap laki-laki itu tidak berbuat jahat dengan nomornya. Semoga
Hanzel
Aku save ya, boleh nanti aku hubungi lewat wa?
Kalia tersenyum, untuk penilaian awal, Hanzel cukup sopan menurut Kalia.
maaf, bisa lewat pesan biasa bisa? WA ku sedang tidak aktif. Bohong Kalia, dia lupa jika nomor yang dia gunakan untuk aplikasi w******p adalah nomor penting miliknya, bukan nomor yang dia berikan pada Hanzel.
Hanzel
oalah oke deh kalau begitu. Kalau line ada?
Kalia tidak langsung membalas pesan dari Hanzel, dia baru teringat jika aplikasi Line miliknya sudah dia uninstall semenajak putus dengan Bagas. Rasanya akan sangat berguna jika dia kemudian mengunduh aplikasi itu dan menggunakan nomor yang dia berikan pada Hanzel untuk registrasi. Ide yang menarik.
Segera Kalia mengunduh aplikasi line, menginstall nya dengan nomor yang dia berikan pada Hanzel, dia juga tidak benar-benar memasukan data dirinya yang asli. Setelah berhasil, segera dia kembali masuk ke aplikasi kencan untuk membalas pesan Hanzel.
ada, nomor itu tersambung ke Line kok. Jawab Kalia akhirnya. Baiklah, semoga laki-laki ini benar-benar tidak menyalah gunakan nomornya.
Hanzel
oke, aku save ya. terima kasih. senang kenal dengan kamu
"Kal" panggil Chiara
"apa Chi?"
"besok lo ada liputan?"
"besok? gak ada Chi, kenapa?"
"bolos kerja yuk" ajak Chiara dengan rengekan nya
Kalia mengerutkan keningnya, sepertinya tadi Chiara baik-baik saja, kenapa sekarang malah mengajak dia bolos kerja? "kesambet apaan lo?" tanya Kalia
"gue kesel sama mba Poppy" ucap Chiara lalu menangis
Kalia yang melihatnya langsung panik, segera dia mendekati Chiara. "lah Chi, jangan nangis dong, udah malem"
"Mba Poppy jahat banget sama gue Kal" adu Chiara
"coba bilang, mba lampir itu kenapa lagi? kayanya tadi lo baik-baik aja"
"emang! tapi barusan dia chat gue"
Kalia mengerutkan keningnya "Chat apaan? lo di pecat?"
Chaira melempar Kalia dengan tissue bekasnya "enak aja lo!"
"terus? dia chat apa ke lo?"
"dia marahin gue Kal, masa dia bilang gue gak becus bantuin si Gurfon, katanya hasil kerjanya Gufron jelek. terus dia marahin gue"
"terus si Gufron juga di marahin mba Poppy?"
Tangis Chiara yang sudah berhenti kembali kencang, rasanya melihat Chiara menangis bukan rasa sedih tapi lucu, Chiara benar-benar menangis seperti anak TK yang balonnya di pecahkan oleh teman sebayanya.
"nah itu Kal, masa gue chat Gufron, katanya dia sama sekali gak di chat mba Poppy, berati mba Poppy marahin gue doang. Jahat banget sih"
Kalia mengusap punggung Chiara "udah, lo jangan nangis lagi"
"tapi gue kesel Kal, masa kerjaan Gufron marahnya ke gue!"
"iya, iya. Tapi jangan nangis lagi Chi, udah malem"
"ya tapi gue masih kesel Kalia, ih maneh!"
"iya, iya. Terus maunya gimana?"
"besok bolos kerja"
"seriusan? mau bolos kerja?" ragu Kalia
Chiara mengangguk yakin "serius. Lo temenin gue bolos kerja"
"mba Poppy gak bakal ngamuk?"
"bodo amat kalau dia ngamuk, sekalian gue emang pengen bikin dia kesel"
Kalia mengangguk "terus besok mau ngapain?"
"ya ngapain aja Kal, Seharian tidur di kosan juga boleh, pokonya gue gak mau ketemu si Popmihhh" kesal Chaira
"oke, gue chat yang lain dulu, bilang kalau gue gak masuk. Tapi Alesannya apaan?"
"bilang aja nyeri haid"
"tapi gue kan gak lagi haid Chi"
"yaudah gak usah chat sekarang, besok aja chat nya"
"okedeh"
"nah emang lo paling mantep deh, di ajak dalam keburukan aja oke. Gue jadi optimis kalau kita bakal satu neraka nanti"
Kalia langsung memukul Chiara dengan bantal, sedangkan Chiara malah terbahak.
"Sialan lo! enak aja! kalau kita sama-sama di neraka, lo ada di neraka paling bawah!"
Chiara terbahak "elah Kal, gak mau banget satu neraka sama gue"
"ogah! lo aja! mau banget lo di neraka"
"ya gimana, gue mah optimis aja Kal masuk neraka, manusia macem gue mah kalaupun masuk surga, paling masuknya di akhir, cuci dosa di neraka nya paling lama"
Kali menggelengkan kepalanya "sabar ya, kalau bisa tetep di neraka aja, anget kalau di sana"
"sialan Kalia!" maki Chiara membuat Kalia terbahak.
Rasanya bolos tidak terlalu buruk, sekali-kali Kalia ingin merasakan juga menjadi anak nakal, Kalau di sekolah Kalia tidak pernah membolos, boleh lah kali ini di coba saat kerja. Hitung-hitung Kalia balas dendam juga ke Adam.
Ponsel Kalia kembali bergetar. Dengan cepat Kalia membuka notifikasi yang lagi-lagi dari aplikasi kencan.
"siapa Kal?" tanya Chiara
"si Zaky"
"chat apaan?"
"belom tahu, ini baru mau gue buka"
Mata Kalia langsung melotot, terkejut melihat pesan yang di kirim untuknya
Zaky
Kamu masih perawan?
"GILA! sakit itu orang!" teriak Chiara saat Kalia menunjukan layar ponselnya
"kaget gue Chi" ucap Kalia
"Fixxxxx banget dia orang gak bener, ngapain juga nanya-nanya begitu. Gila!" Geram Chaira lagi
IYALAH. GUE PERAWAN! tegas Kalia. Setelah memastika pesannya terkirim. Kalia langsung memblokir akun bernama Zaky tersebut.
"udah gue blokir orangnya" ucap Kalia
Chiara mengangguk "bagus, orang gila kaya gitu. Tiba-tiba nanya masih perawan atau engga. Emang kenapa cobaa"
"ya gimana lagi Chi, namanya s*x bebas emang udah jadi hal biasa, orang-orang udah gak malu bahas hal begitu meskipun di ranah umum. Hal yang seharusnya privat antara pasangan di umbar begitu aja. bener-bener kacau. Bahkan kita sering denger pas di restoran atau tempat makan mereka bahas hubungan s*x dengan bangganya. Gue sih bukan iri, tapi jatohnya jijik, gak tahu tempat banget, gimana kalau ada anak dibawah umur denger pembicaraan mereka yang heboh, takutnya anak itu malah penasaran untuk nyoba hal buruk juga."
"iya, gue setuju. Gue bukanlah orang yang ilmu agamanya dalem. Tapi gue masih cukup sadar dan sangat mementingkan keperawanan. Menurut gue, itu adalah harga diri gue sekaligus hadiah untuk suami gue kelak"
"betul, memang hal itu hak setiap masing-masing dan pilihan masing-masing. Gue dan lo masuk kedalam orang yang memilih menjaga itu sampe nikah nanti. Toh rasanya orang yang melakukan s*x bebas bukanlah orang yang bodoh, yang gak tahu bahwa itu dosa. Jadi biar mereka menentukan pilihan mereka sendiri seperti kita berdua yang menentukan pilihan, mereka juga tahu konsekuensinya, tapi harapan gue adalah kalau sampe mereka hamil, mereka harus siap merawat anak itu, jangan malah di gugurin. Kasian."
"iya Kal, setuju. Anak nya bener-bener gak ada dosa, tapi selalu jadi korban. Miris"
"tapi Chi, kedepannya semoga setelah ini gue gak menemukan orang kaya si Zaky itu lagi, baik di dunia maya maupun dunia nyata. Kalaupun si Hanzel juga sama, rasanya lebih baik gue stop main aplikasi itu, uninstall sekalian" jelas Kalia
"gue sepakat kalau itu. Gimanapun, keamanan diri itu sangat penting. Kalau bisa, sekarang juga lo mulai stop cari match Kal" saran Chiara
"iya Chi, gue baru mikirin itu, gue mau coba perhatiin Hanzel aja dulu, udah kepalang gue kasih nomornya. Kalau dalam beberapa hari kedepan dia juga aneh, lebih baik gue langsung blokir"
"siapp, mantep itu"
Kalia menghela nafas "iya Chi, hitung-hitung gue dapet pengalaman, lumayan buat bahan cerita kalau nanti gue bener-bener dapet pasangan, entah dengan cara seperti apa gue dapetnya"
"iya, bahan buat ketawa bareng sama pasangan lo, sekalian bahan buat gue ngeledek lo nanti"
"jahat lo! gue bilangin ke anak lo nanti kalau kelakuan mamanya bener-bener menyebalkan"
Chiara terbahak "gue juga bakal ceritain ke anak lo kalau lo download aplikasi begitu"
"sialan! itu kan paksaan lo!"