9. Mulai Jago

2040 Kata
Kalia langsung merebahkan tubuhnya setelah semua ritual nya selesai, di mulai dari mandi hingga pakai skin care malam. Di sampingnya Chiara sudah fokus dengan laptop miliknya menonton drama. Alamat sahabatnya itu akan begadang lagi, ck. Kalia mencopot ponselnya dari kabel charger, membalas pesan dari sang bunda yang menanyakan keberadaannya dan bertanya apakah Kalia sudah makan malam atau belum. Terkadang Kalia sendiri merasa masih anak kecil jika mengingat bagaimana perlakuan kedua orang tuanya. Padahal umur Kalia sudah 24 tahun dan anak pertama pula. Mungkin bagi orang tua, sedewasa apapun anaknya tetap bayi dihadapan mereka. Mata Kalia melotot saat notifikasi dari aplikasi kencan muncul, seseorang mengirim dia pesan. Jamie Halo Kalia tidak langsung membalas, memilih mengecek jumlah orang yang match dengan dirinya hari ini, ternyata sudah ada 3 orang. Wow! dan salah satu dari mereka adalah orang yang mengirim pesan padanya saat ini. "Chi Chi, liat ini Chi" heboh Kalia sambil menarik lengan baju piyama Chiara "apaan sih Kal, robek baju gue" Protes Chiara sambil menarik kembali lengan bajunya. "liat ini" paksa Kalia lalu memberika ponselnya pada Chiara. Chiara langsung menatap layar ponsel Kalia, matanya seketika melebar setelah melihat apa yang ada di layyar ponsel Kalia.  "OMG! Bales Kal! Bales! Cepet!" heboh Chiara lalu menyerahkan ponsel Kalia "bales apa Chi, gue bingung" "ya Bales Halo juga. Cepetan!" "ih tapi malu"  Chiara berdecak, ekspresi hebohnya sudah terganti dengan ekspresi gereget.  "sini, gue yang bales" ucap Chiara lalu merebut ponsel Kalia Halo juga ^^ Ketik Chiara sebagai balasan. Setelah menekan tombol send Chiara menyerahkan ponselnya kembali ke Kalia.  "ihh, kok ada tanda itunya Chi!!! Kenapa gak halo aja sih" protes Kalia Chiara memutar bola matanya "ya kalau gitu lo bales aja sendiri tadi Kal, lagian cuma tanda begitu" "tapi nanti gue dikira sok ramah Chi" "yaelah. engga! santai aja" Balas Chiara Jamie Stay dimana?   "Chi, di bales lagi Chi" heboh Kalia lagi "apaan? dia bales apa" tanya Chiara lalu menatap layar ponsel Kalia "bales apa?" tanya Kalia bingung setelah memperlihatkan balasan yang dia terima kepada Chiara "ya terserah lo" "bingung" "hadeeuhhh bingung mulu lo" "ya ini gue jawab jujur atau bohong?" "jujur aja, tapi gak usah terlalu detail" saran Chiara Kening kalia mengerut "maksudnya?" "lo bilang aja stay di Jakarta" saran Chiara lagi Kalia mengangguk, lalu mengetik balasan untuk pemilik akun Jamie tersebut, entah nama asli atau samaran. Stay di Jakarta Jawab Kalia sebagai balasan.  "kal, udah kaya anak remaja puber lo" ledek Chiara Kalia mendelik "gue kan pertama kali begini Chi" Jamie Jakarta mana? Lagi-lagi Kalia melotot membaca balasan yang baru datang dari akun tersebut. "jawab apa nih Chi?" tanya Kalia meminta saran lagi "bentar, saran gue mending bohong aja deh Kal, gimanapun ini demi keamanan, secara inikan orang random. Buat jaga-jaga aja" saran Chiara Kalia mengangguk setuju, lagipula dia menggunakan aplikasi kencan ini hanya untuk main-main dan tidak serius.  Jakarta Barat Balas Kalia lagi, padahal kenyataannya Kalia dan Chiara berada di Jakarta Selatan. Jamie Jakarta Barat luas, di daerah mana? Kalia menghela nafas, mencoba memikirkan jawaban Emang kenapa? Tanya balik Kalia sebagai balasan. Jamie Paling gak suka kalau ditanya malah balik tanya. Tipe orang menyebalkan!. Mata Kalia langsung dibuat terkejut membaca balasan dari si akun Jamie "Chi, liat nih balesannya" Unjuk Kalia pada Chiara "dih, gitu banget cowok nya. Udah bales aja kalau dia juga nyebelin atau apa kek" suruh Chiara Biarin Hanya satu kata yang Kalia kirim sebagai balasan. Jamie Dasar jutek Kesal, Kalia  membaca jawaban dari si Jamie itu.  BODO AMAT Balas Kalia dan langsung memutuskan hubungan match diantara mereka atau kata sadisnya memblokir si akun Jamie. "gue blokir langsung si Jamie Jamie itu" kesal Kalia  Chiara menganguk "setuju, daripada ngeladenin dia, meding cari lagi deh Kal" "ntar aja ah Chi, gue mau nonton dulu" Tolak Kalia "yaudah, tapi awas aja gara-gara si Jamie itu lo langsung berhenti main aplikasi" ancam Chiara Kalia memutar bola matanya "engga Chiara, udah sana! lo lanjut nonton, gue juga mau nonton" "nonton apaan? drama atau film?" "drama" "apaan?" "its oke to not be oke" "wiiihhhhhh, seru gak?" "lumayan, udah ah. Nanya mulu kaya wartawan" "yeuuu sewot. Dasar jutek" ledek Chiara "Dih pengikut Jamie lo?" kesal Kalia "eh Kal, ntar kalau lo udah jago main aplikasi ini, lo janga sampe jadi fucek girl ya, awas aja lo. Gue botakin rambut lo!" ancam Chiara "apasih lo, ngaco! gak ada bakat gue jadi fucek girl. chat pertama aja langsung di katain jutek. Mana bisa jadi fucek girl" Chiara terbahak "gue lupa, lo bakatnya jadi sad girl ya Kal" "sialun ente!" *** Zaky Halo Kalia menghela nafas saat membaca pesan yang masuk ke akun kencan miliknya. Tidak seperti saat pertama yang membuat dia heboh karena gugup dan bingun, pesan kali ini Kalia bisa merespon dengan lebih santai. Ya meskipun sambil was-was karena Kalia masih berada di dalam busway, takut ada yang melihatnya. Hai Balas Kalia. Saat menunggu antrian mandi tadi pagi, Kalia memang sempat memainkan aplikasi itu lagi, agar lebih terbiasa kalau kata Chiara. Zaky Sudah kerja? atau masih kuliah?" Sudah kerja.  Zaky Kerja dimana? Di Jakarta Pusat Zaky Wah, bagian apa? Bagian berita Zaky Stasiun tv? Bukan Zaky Terus? Organisasi.  Zaky Kamu jutek banget Kalia mengerutkan keningnya lagi. Jutek? dia dibilang jutek lagi? rasanya Kalia menjawab dengan sopan apa yang tanyakan akun bernama Zaky tersebut. Kenapa malah di bilang jutek lagi? Kalia bingung jadinya. *** "Mau pesen apa Kal?" tanya Chiara. Keduanya kini sedang berada di salah satu restoran cepat saji untuk makan siang. "paket panas 2" jawab Kalia "oke" Chiara langsung mengantri untuk memesan makanan. Sambil menunggu Chiara yang memesan, Kalia memainkan ponselnya. Membalas pesan sang bunda yang menanyakan apakah Kalia sudah makan siang atau masih bekerja. Aku lagi makan kok bun Balas Kalia pada sang bunda. Keluar dari aplikasi pengirim pesan, Kalia menyibukan diri berseluncur di aplikasi i********: hingga Chiara datang membawa nampan berisi makan siang milik keduanya. "gak makan nasi?" tanya Kalia saat mengambil makanan miliiknya dari nampan yang dibawa Chiara "lagi pengen makan burger" jawab Chiara "gue cuci tangan dulu" Kalia bangun, berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan lalu segera kembali. "tadi lo macet gak?" tanya Chiara, keduanya memang satu kantor hanya saja Kalia itu terkadang memiliki waktu yang lebih fleksible dibandingkan Chiara. Kalia bisa datang lebih siang di bandingkan Chiara. Bahkan jika Kalia terkadang tidak datang ke kantor kalau memiliki jadwal liputan seharian. "engga, buswaynya juga kosong" jawab Kalia sambil memakan makanannya "enak, tadi gue macet parah, ada kecelakaan dan buswaynya penuh banget" keluh Chiara "jadi lo datang telat?" "engga, gue langsung lanjut pake gojek biar gak telat" "oh iya Chi, gue mau cerita" "cerita apaan?" "tadi ada yang chat gue lagi" "siapa?" "itu, orang dari aplikasi " Mata Chiara langsung membulat, penuh antusias. Dia bahkan tidak jadi memasukan burger kedalam mulutnya. "seriusan lo?" tanya Chaira heboh Kalia melotot, meminta Chiara untuk tidak berlebihan "gak usah lebay. Malu coy di liatin" Chiara hanya nyengir memamerkan giginya.  "tapi belum gue bales lagi chat orangnya" lanjut Kalia "lho, kenapa?" "abis gue dibilang jutek. Kan gue bingung. Padahal gue jawab dia mulu. Gue juga pas ngetiknya gak lagi kesel, eh dia malah bilang gue jutek" adu Kalia. "bentar" Chiara meminum es miliknya agar sang burger bisa segera meluncur dari mulutnya  Kalia menghela nafas, lanjut menyuapkan nasi miliknya. "gini lho Kal, chat itu kan pesan tidak bernada. Kita biasa aja, belum tentu yang nerimanya juga biasa. Tapi dia gak aneh-aneh kan nanya ke lo?" Kalia menggeleng "sejauh ini engga. Dia cuma nanya gue kerja atau engga, terus kerja dimana. Udah sih itu aja" jawab Kalia "bagus. Lo tetep harus hati-hati, aplikasi begitu sebenernya udah terkenal juga banyak orang jahatnya, asal kita tetep waspada dan gak plos banget"  "nah itu lho tahu, tapi tetep maksa gue buat pake aplikasi itu" protes Kalia dengan wajah yang cemberut Chiara tersenyum lebar "hehehe, kan tujuan gue baik Kal, lagian lo itu kan orang gak polos, gue tahu lah lo bukan tipe orang yang mudah di rayu oleh kaum jantan, Yang di goda dikit mau diajak ke hotel dan itu terbukti, Bukan dapet gombalan, lo malah dapet nyinyiran. Lagi pula, gue juga bakal terus kontrol lo, bukan kontrol yang mengatur hidup lo, hanya aja gue takut lo khilaf dan bablas, jadi setidaknya gue bisa nge-rem, biar gak ada hal-hal buruk yang terjadi. Intinya lo kalau ada apa-apa harus bilang gue." "iya Chi, lagian gue bakal ngomong apapun kok ke lo" Kalia meraih ponselnya dengan tangan kiri yang masih bersih. Membuka ruang obrolan dengan si akun Zaky lalu menyerahkannya kepada Chiara untuk di lihat. Chiara membaca setiap kata yang tersedia, dia berdecak setelah selesai membaca seluruhnya "pantes aja lo di sebut jutek Kal" Kalia mengerutkan keningnya, kayanya tadi temannya ini seperti membelanya, kenapa sekarang berbeda, apa hanya perasaan Kalia saja? "maksud lo?" tanya Kalia bingung "ya, lo jawabnya singkat-singkat gitu. Kaya orang gak mau ditanya" jawab Chiara Kalia mengerutkan keningnya "engga kok, gue gak keberatan buat di tanya-tanya" Chiara kembali berdecak "tapi chat lo keliatannya lo gak mau ditanya Kalia"  "Ya terus gue harus jawab gimana? gue juga gak keberatan dia tanya-tanya. kan jawaban gue bener, " kesal Kalia "emang lo lagi ulangan, jawabannya bener?! engga gitu juga Kalia Aditama" "terus?" "ya lo jawab jangan singkat banget Kal" "harus ada pembukaan, isi terus penutup? gitu maksud lo? kaya bikin makalah!" Chiara mendelik, antara geregetan dan ingin menghujat sahabatnya itu. "gak begitu juga Kalia sayang" sabar Chiara akhirnya, kalau sampe dia menghujat, bisa malu banget dia, apalagi mereka masih di restoran cepat saji. Tapi kalau mereka sudah di kamar kosan, sepertinya tidak apa-apa untuk menghujat Kalia. "ya terus gimana?!" Chiara menghela nafas "ya lebih ramah aja Kal, lebih manis, atau setelah lo jawab, lo tanya balik ke dia" "duuuh, gak bisa!. Gue gak bisa namanya chat manis-manis begitu kalau sama laki-laki. Cringe!" protes Kalia langsung. Chiara menghela nafas agar kesabarannya tidak menghilang dan mencakar wajah Kalia detik itu juga. "ya seenggak nya jangan satu kata doang kali Kal" "Chi, lo tahu sendiri gue orangnya paling males chating, jangankan ke orang lain, ke elo atau ke adek gue, gue juga balesnya begitu." jelas Kalia "ya jangan disamain lah Kalia" gemas Chiara, dia bahkan sudah mencengkram burger miliknya agar rasa gemasnya tersalurkan. "susah Chiara" Tolak Kalia "belajar. Maksud gue adalah, lo gak mungkin selamanya chating sama gue ataupun keluarga lo. Ada saatnya lo berlaku berbeda dengan orang lain, salah satunya ya ke cowo itu, atau setidaknya lo tanya balik deh, biar keliatan ramah dan engga cringe" Kalia menghela nafas "bahkan buat nanya balik, gue gak ada nyali Chi" lirih Kalia Chiara mengerutkan keningnya, bingung. "maksud lo?" "lo tahu sendiri, dulu pas gue sama Bagas, gue suka nanya dia lewat chat, padahal gak sering dan gak spam, tapi dia suka bilang kalau gue ganggu. Sakit gue, jadi lebih baik gue gak nanya orang lagi, takut ganggu orangnya" jelas Kalia. Chiara menggeram, semakin erat mencengkram burgernya hingga si burger sudah berubah bentuk. Hancur. Demi apapun, dia benci sekali dengan Bagas. Laki-laki kurang ajar itu melukai Kalia dengan begitu dalam. Sialan! Ingin Chiara jambak laki-laki  b******k itu. "Dengar Kal, lo denger baik-baik. Jangan lagi lo mikir begitu, emang si Bagas b******k aja, gak pernah liat kebaikan lo, ketulusan lo dan perdulinya lo" "Tapi Chi-" "gak ada tapi-tapi. Semua orang beda Kal, gak semuanya mirip si Bagas b******k, gak semua orang risih kalau lo nanya, bahkan orang lain seneng ditanya karena merasa dirinya di perdulikan. Inget, jadi mulai sekarang, lo harus merubah pola itu" Jelas Chiara. Kalia menghela nafas "susah Chi, gimana kalau orang itu ternyata mirip bagas yang gak suka kalau ditanya? dan gue malah ganggu dia?" "Duh Kal, pengen gue siram rasanya otak lo biar sedikit bersih" gereget Chiara "engga Kal, kita memang boleh mengira-ngira, tapi kebiasaan lo adalah mengira ke hal negatif, gak semua mirip si Bagas bresngsek, Kalia. Jangan lo selalu mikir kalau mereka sama, lo bahkan belum nyoba!"  "terus gue harus gimana?" lirih Kalia "Tuhan, berikan hamba kesabaran" ucap Chiara sambil mengelus dadanya "yang harus lo lakukan adalah, mulai melepaskan segala pikiran lo dari si Bagas bresengsek. Jangan berpacu sama dia. apa-apa dia, ini itu dia, jangan. Semua orang berdeda dan gak semua orang benci untuk ditanya, jadi perlahan lo sedikit bisa terbuka, tapi sedikit aja, gak usah banyak-banyak karena dia orang asing" Lanjut Chiara menjelaskan. Kalia mengangguk, mengerti. "oke, gue akan coba, dan lo bantuin gue" pinta Kalia Chiara tersenyum "siap, gue akan selalu bantu lo" jawabnya dengan senang. Selama itu demi kebahagian Kalia, Chiara akan selalu ada untuk sahabatnya itu. *** "Kal ngapain lo? ngebokep ya?" Kalia langsung melempar Chiara dengan bantal "enak aja, itu lo yang suka nonton bokep" "hahaha, kan bareng sama lo" balas Chiara "dih, maneh!" "udah ah, cepet sana mandi, udah malem. Lagian ngapain sih main hp mulu, jomblo juga" sindir Chiara yang kini bersiap melakukan ritual skincare malamnya. "kata lo gue harus sering-sering main aplikasi" Chiara terbahak "betul, rajin-rajinlah bermain apliasi kencan, maka kau akan menemukan cemceman" "bahasa lo Chi, cemceman" "Terus gimana? udah banyak yang match sama lo?" Tanya Chiara yang kini sedang mengusapkan toner di wajahnya. "lumayan lah, lebih baik" jawab Kalia Chiara langsung mengacungkan kedua jempolnya "manteplah temen gue, udah mulai jago cari cowo" "sialan lo! kalau gak terpaksa, gue ogah ya!" kesal Kalia Chiara kembali terbahak "sensi banget bu, kalau disana ada model Kim Soohyun, Lee min ho atau Park Chanyeol, gue auto download, tapi sayangnya gak ada" "halu aja lo!" Ucap Kalia sambil mengusap wajah Chiara "SIALAN KALIA. SKIN CARE GUE!" teriak Chiara Kalia yang sudah di dalam kamar mandi langsung terbahak mendengar teriakan Chiara. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN