8. Mulai Mencoba

2050 Kata
Kalia menatap kosong jendela busway. Pagi ini dia tidak berangkat bersama Chiara ke kantor karena Kalia harus langsung ke tempat liputan. Ucapan Chiara terus terbayang dikepalanya, semua yang di ucapkan Chiara rasanya begitu benar. Selama ini Kalia hanya berdiam diri, berharap waktu akan menyembuhkan luka di dalam hatinya. Tapi untuk memulai kembali? rasanya begitu menakutkan. Bagaimana jika dia kembali terluka? Dia takut. Getaran di saku jaketnya menarik kesadaran Kalia. Perempuan itu langsung merogoh sakunya untuk mengambil ponsel. Menghela nafas saat melihat pesan dari Adam yang masuk. Adam Kal, udah otw ke tempat liputan? "udah." Balas Kalia langsung dan kembali memasukan ponselnya ke saku. Lagi-lagi hari ini Kalia dibuat kesal oleh Adam. Laki-laki titisan jin iprit itu mendadak menyuruh Kalia datang ke rapat persiapan acara departemen kesehatan. Sepertinya Kalia harus mulai mencari lowongan pekerjaan lagi, jaga-jaga jika dia sudah angkat tangan karena kelakuan Adam. Kalau dibilang nyaman, tentu Kalia akan jawab iya. Kalia suka dengan pekerjaannya, meskipun keluar jalur dari jurusan kuliahnya, itupun kata orang-orang. Tapi menurut Kalia tidak kalaupun iya, bukahkan itu hal biasa? kuliah jurusan apa, kerja bidang apa. Hanya satu yang dia tidak suka dalam pekerjaannya ini, Adam. Laki-laki itu benar-benar menjengkelkan, entah kapan laki-laki itu bisa sadar. Dan lebih menyebalkan karena Adam suka memerintah ini dan itu padahal memiliki asisten. Kenapa tidak asistennya? kenapa malah Kalia yang selalu kena. Sial!  Kalia langsung bangun dari kursinya, dia harus transit terlebih dahulu. Beruntung busway yang dia tempati tidak ramai.  Mentap layar informasi yang ada di halte, ternyata busway yang akan Kalia naiki kedatangannya masih lama, sekitar tiga puluh menit. Jadi daripada hanya diam, Kalia memutuskan untuk keluar halte dan membeli sarapan terlebih dahulu, beruntung disekitar halte banyak kedai dan mini market yang menjual makanan. Kalia memutuskan untuk masuk ke Keluarga Mart, memilih roti dan coklat hangat. Dia tidak terlalu suka kopi, karena asam lambungnya akan mudah naik.  Setelah selesai berbelanja, Kalia kembali berjalan menuju halte, berharap busway tersebut tepat waktu.  "itu buswaynya! cepetan!" ucap suara seorang perempuan yang berada di depan Kalia dengan cukup keras. "tapi aku gak ada kartu buswaynya Sis" balas si laki-laki  "beli dulu, cepet, haduuuhh. itu buswaynya udah antri masuk halte " panik sang perempuan  Kalia menghela nafas, maju melewati mereka berdua.  "masuk mba" ucap Kalia kepada perempuan yang panik tersebut. Perempuan itu menatap bingung Kalia. "pakai kartu saya" ucap Kalia menjawab kebingungan si perempuan Perempuan itu langsung tersenyum lebar, segera dia melewati palang "terima kasih mba" ucapnya dengan senang. Kalia tersenyum, lalu mengangguk. Kalia kembali menempelkan kartu miliknya hingga tanda di palang tersebut kembali berwarna hijau "Silahkan mas" ucap Kalia kepada laki-laki yang bersama si perempuan panik. Laki-laki itu tersenyum lalu menyusul perempuan itu masuk. Setelahnya Kalia kembali melakukan tap  untuk dirinya sendiri. Beruntung tidak ada antrian di halte tersebut. Kalau ada, Kalia jamin mereka akan menjadi sasaran teriakan dan mungkin caci maki. "mba, makasih banyak ya" ucap si perempuan itu lagi "iya mba, sama-sama" jawab Kalia ramah. "mba mau naik bus yang itu?" "iya" "wah sama. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih ya" "iya mba" Melakukan tap untuk orang lain bukan hal pertama kali untuk Kalia. Jika memang ada orang yang membutuhkan, Kalia sebisa mungkin membantu. Toh Kalia juga pernah merasakan hal tersebut, sedang buru-buru tapi tidak membawa kartu dan orang lain akan menolongnya. Maka Kalia juga akan melakukan hal yang sama *** Jam setengah dua Kalia sampai di kantor. Karena rapat yang dia hadiri cukup  alot dimana perkiraanya sebelum zuhur selesai, malah bablas. Terpaksa untuk makan siang Kalia memesan lewat gofood ke kantornya. "udah makan siang belum Kal?" tanya Adam "belum"  "disana gak gak di kasih makan?" "males" "yaudah makan dulu sana" "udah pesen" "Lo kenapa Kal? PMS? jutek banget"  Kalia memutar bola matanya, malas meladeni Adam. Tanpa menunggu lama Kalia langsung fokus menatap komputernya. Membaca email yang masuk untuk dia cek dan dia buat redaksinya jika perlu. Notifikasi dari driver muncul, dengan cepat dia keluar kantor untuk mengambil pesanannya. "makasih mas" ucap Kalia lalu kembali ke ruangan. Meninggalkan pekerjaannya sebentar, Kalia membuka bungkusan makan siangnya, paket ayam dan nasi juga minum dari salah satu franchise besar di indonesia bahkan mungkin dunia, Jagonya Ayam. Kalia memulai makan siangnya sambil membaca berita dan menandai beberapa hal penting. Hari ini dia bebas liputan begitupun besok, lusa baru dia liputan untuk koferensi pers. "makan dulu aja Kal, baru kerja" Kata Ando yang baru memasuki ruangan "sekalian An" jawab Kali "panggil Do aja sih Kal. Kalau An itu kaya mau manggil anjing tahu" protes Ando  "masih ributin itu mulu" balas Kalia "ya lo juga, masih gitu mulu. Udah makan dulu, kerjaan nanti aja. Kalau lo sakit, gue juga yang repot gantiin tugas lo" "bawel banget fucek boy"  Kalia terus melanjutkan makannya sambil tetap membaca. Kalau Bisa sekalian, kenapa harus satu-satu? haha. "Mau kulit gak?" tanya Kalia pada Ando. Kalia memang sangat anti dengan namanya kulit atau makanan yang bertekstur kenyal. Bahkan Kalia hanya bisa memakan daging ayam dan itupun bagian d**a. Hal ini sama percis dengan sang Abi. Tapi tidak berlaku untuk permen gummy, meskipun kenyal, Kalia sangat suka itu. "mau dong" jawab Ando semangat. Berbeda dengan Kalia, Ando cinta banget dengan kulit, apalagi kulit ayam dari Jagonya Ayam. Terbaik! "suapin dong, tangan gue kotor" pinta Ando lagi Tanpa canggung Kalia menyuapi kulit ayam pada Ando.  "mesra amat. Gue yang dari tadi disini kaya gak keliatan, di tawarin aja engga" sindir Adam Kalia bodo amat, hanya mengangkat bahu. Masih kesal dengan Adam. "Kal, gue kemarin jalan sama cewe cantik" ucap Ando setelah menelan makanan dimulutnya "baru lagi?" "iya, dapet nemu di aplikasi" jawab Ando lalu tertawa Mata Kalia membulat, teringat dengan aplikasi kencan yang sudah dia instal. Bisa gawat kalau sampai Ando menemukan Kalia di aplikasi itu. Cilaka! "aplikasi apaan?" tanya Kalia dengan tenang "Teman Kencan" Jawab Ando dengan cepat Kalia menghela nafas, dalam hati merasa begitu lega karena aplikasi yang dia download berbeda dengan yang digunakan oleh Ando. Jadi kemungkinan Ando akan menemukan poto Kalia dia apalikasi itu jelas tidak mungkin. "makin enak aja lo. Makin banyak cewek"  Ando langsung tertawa "yoi, mantep banget. lo coba dong Kal. Siapa tahu gue ketemu lo di apliasi itu terus bisa gue ajak kencan" "dih ngaco!" jawab Kalia yang membuat Ando kembali tertawa Kalia merapihkan bekas makan siangnya. Menggelengkan kepala melihat tingkah ajaib Ando. "kurang-kurangin Do, inget. Makin banyak lo mainin cewe, makin gede karma lo" "Ya ampun Kal, ngomongin karma. Jangan gitu dong. Kalau gue beneran dapet karma gimana?" wajah Ando terlihat panik. Gini nih kalau fucek boy ilmunya masih dangkal. "makanya udahan. Seriusin satu orang doang" jawab Kalia sambil membersihkan tangannya dengan tissue basah. "susah Kal, ketemu cewek ini terus gue bilang mau yakin buat setia sama dia aja, eh liat cewe lain lagi malah kegoda. Sayang aja gitu kalau di lewatin. Lo juga kalau mau sama gue mah ayo" "ogah!!! ruqyah sana! sakit otak lo" Ando terbahak "ya ampun Kal, kalaupun di ruqyah adanya juga jin islam dalam diri gue. Buktinya kalau gue sholat fine aja. Gak panas" "giliran liat cewe mantap baru panas ya Do?" "nah iya Kal" "sakit otak lo! cooba pelan-pelan lah Do, kasian anak orang lo sakitin. Diselingkuhin itu gak enak Do. Apalagi sama banyak cewek. Gak usah lah main-main sama perasaan orang" "Kalau lo mau sama gue, gue serius deh Kal" Kalia menatap kesal Ando, mengusap wajah teman kerjanya itu "sadar! jangan bawa-bawa gue. ogah!"  "mending kalian lanjut kerja daripada ngobrol gak jelas" sahut Adam yang membuat Kalia dan Ando menghela nafas. Dasar titisan Jin Iprit. *** Jam setengah empat semua kerjaan Kalia sudah selesai. Waktu bebasnya dia gunakan untuk berselancar di dunia internet. Membuka halaman youtube sekaligus mengunduh drama atau film korea yang tidak tersedia di aplikasi. Di tengah aktivitasnya yang sedang menonton music video salah satu boy group asal Korea Selatan, Kalia tiba-tiba teringat dengan aplikasi kencan yang terinstal di ponselnya.  Kalia merogoh kantong tasnya, melirik sekitar ruang kerjanya. Hanya ada Ando yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. Kalia menghela nafas, lalu menekan icon aplikasi kencan tersebut, matanya masih awas, jangan sampai dia kepergok tengah menggunakan aplikasi ini. Kembali menghela nafas, mencoba tenang. Kalia mengangkat ponselnya cukup tinggi tepat di hadapannya, beruntung dibelakang Kalia itu tembok, jadi tidak akan ada yang mengintip. Dengan ragu Kalia mulai menatap poto yang tersedia di layar ponselnya, teringat apa kata Chiara agar dia pelan-pelan atau setidaknya memperhatikan sebentar dengan poto laki-laki yang ada.  Membaca nama, melihat wajah, Kalia langsung menjalankan aplikasi tersebut. Cukup banyak yang dia masukan ke kategori tidak tertarik, mungkin dari dua puluh orang hanya ada dua orang yang Kalia geser potonya ke kanan, tanda Kalia tertarik. Tidak terlalu buruk, sebuah perkembangan untuk Kalia bisa lebih baik. Lagipula apa yang Chiara bilang itu benar, mau selama apapun Kalia sendiri, itu tidak masalah tapi setidaknya sendirilah dengan kondisi hati yang tidak terluka. Sendiri dengan hati yang baik, maka kesendirianmu akan bahagia. Kalia melanjutkan menggeser poto-poto pria yang terpampang di layar ponselnya. Beberapa kali Kalia bergidik geli karena menemukan poto laki-laki dengan gaya yang menurut Kalia berlebihan bahkan Kalia juga menemukan laki-laki dengan model rambut seperti kartun Sasuke. Sungguh menggeliat penglihatan Kalia. "Kal, lo udah beres?" Suara Ando hampir membuat ponsel Kalia terbang, cukup terkejut. "i-iya. udah" jawab Kalia berusaha menghilangkan keterkejutannya "kenapa lo? noton bokep lo?" Selidik Ando dengan mata menyipit menatap Kalia. "enak aja!" jawab Kalia lalu melempar Ando dengan pulpen. Ando terbahak, memungut pulpen yang Kalia lempar. "siapa tahu Kal, kalau iya juga gapapa kali. Bagi-bagi gue" canda Ando Kalia merengut, memasukan ponselnya kembali kedalam tas. Dalam hati dia bersyukur karena Ando tidak memergokinya yang tengah sibuk memilih laki-laki. Dasar Kalia. "Kal beli gue mau beli kopi, lo mau gak?" tanya Ando kemudian "gofoood?" "iya, mau gak?" "jangan kopi deh, gue coklat ada gak?" "ada, kaya boba gitu mau?" Kalia mengangguk "boleh, boleh" "oke, tunggu. Gue pesen dulu" "sipp, gue bayar cash atau transfer?" "cash aja deh Kal, buat beli bensin"  "oke, berapa?" "ada promo inih jadi 25 ribu"  Kalia merogoh tasnya, mengeluarkan dompet coklat miliknya. Beruntung dia memilliki uang pecahan, jadi bisa dengan pas membayar minumannya. "nih" ucap Kalia sambil meletakan uangnya di meja Ando "tengkyuh" "kerjaan lo udah beres?" tanya Kalia "udah nih, baru kelar. Lo udah Kal?" "udah dari tadi" "pantes lo langsung nonton bokep" canda Ando lagi Lagi-lagi Kalia melempar Ando, kali ini menggunakan buku catatan kecil. "enak aja lo!" Ando terbahak, menggoda Kalia itu menyenangkan. Meskipun bagi orang yang baru bertemu dengan Kalia pastia kan mengira perempuan itu galak, padahal tidak. Perempuan itu baik meskipun keras kepala. Tapi itu wajar, setiap manusia pasti memiliki watak itu, hanya saja ada yang kuat dan lemah. "bercanda kali Kal, eh besok lo ada liputan gak" tanya Ando "gak ada. Lusa baru ada, kenapa?" "ikut gue yuk" ajak Ando Kalia mengerutkan keningnya "kemana?" "liputan" "iya Bambang, maksudnya liputan kemana?" "ke daerah Kemang" "acara apaan?" "itu kerjasama bidang olahraga, mau bikin turnamen katanya" "gimana entar deh, kalau gue mood gue ikut" jawab Kalia "yeuuu, malah gimana mood. Dasar betina" ***  Sambil meminum ice coklat miliknya, Kalia menunggu kepulangan Chiara di lobi. Semanjak Chiara bicara tentang Andi yang selalu menanyakan dirinya, Kalia memilih untuk tidak lagi ke ruangan Chiara saat pulang. Lebih baik menunggu di lobi.  "dari tadi?" tanya Chiara yang sudah muncul di hadapan Kalia "engga juga. mau?" tawar Kalia "engga. Gue juga abis minum es" tolak Chiara Kedua kemudian langsung berjalan keluar, menuju halte. "buswaynya sepuluh menit lagi" kata Chiara setelah mengecek dengan aplikasi. "oke, moga aja gak penuh" sahut Kalia yang Chiara angguki. Kalia terus meminum ice nya agar segera habis, jadi dia tidak perlu repot-repot membawanya ke busway, apalagi minuman Kalia sudah dibuka, resiko tumpah itu ada dan Kalia menghindari itu demi kenyamanan bersama. "haus bu haji" goda Chiara Kalia tidak menjawab, dengan tarikan panjang dia menyedot minuman miliknya hingga tandas. "abis juga" lega Kalia Kalia membuang bekasnya ke tong sampah. Kemudian mengedarkan pandangannya untuk memastikan bahwa hanya ada dia dan Chiara saja di halte pengumpan tersebut. "ngapain sih?" ucap Chiara menatap Kalia yang bertingkah aneh. "Chi Chi, gue mau bilang sesuatu Chi" "apaan?" "gue udah cobain apalikasi itu Chi" ucap Kalia dengan suara seperti berbisik Chiara membulatkan matanya, cukup terkejut dengan ucapan Kalia "serius lo?" heboh Chiara Kalia mengangguk mantap "iya" "waahhh, bagus. terus gimana?" tanya Chiara yang begitu penasaran "ya gak gimana-gimana Chi" jawab Kalia sambil menggaruk kepala belakangnya, bingung. "masa sih Kal, ceritain lah" pinta Chiara "ceritain apa? orang gue cuma geser kanan atau kiri" jawab Kalia "terus gimana? udah ada yang match?" "gak tahu, gak ngerti" jawab Kalia lalu terbahak "yeuuu dasar. Jangan bilang lebih banyak poto yang lo geser ke kiri?" selidik Chiara "nah itu lo tahu" lagi-lagi Kalia terbahak. Chiara menggelengkan kepalanya melihat Kalia yang tertawa, untung temen sendiri. Sabar. Tapi dalam hati Chiara cukup senang, benar-benar sebuah kemajuan untuk Kalia yang mau mencoba dekat dengan laki-laki lagi. Semoga saja dengan cara ini, perlahan Kalia bisa melupakan sakitnya, tapi berharap juga untuk Kalia agar tidak menjadi f**k girl setelah menggunakan aplikasi ini. "bagus deh, nanti di kosan lo coba lagi" suruh Chiara "gimana nanti deh ya, deg deg an gue pakenya" "kenapa? ketemu cowo ganteng disana?" Kalia menggeleng "engga, takut ketahuan main aplikasi begitu, malu" ucap Kalia "ya moga aja gak ada yang tahu" "iya. Mau ditaro dimana muka gue kalau pada tahu" "ya gak dimana-mana Kal, masa iya di p****t" Kalia berdecak, menatap gemas Chiara. "nyebelin lo"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN