14. Ragu

2101 Kata
Kalia masuk kedalam kosan dengan rasa bingung, dia masih cukup terkejut dengan apa yang di ucapkan Hanzel barusan.  "kenapa Kal?" tanya Chiara saat melihat kalia yang nampak bingung Kalia menghela nafas "gapapa" ucapnya lalu menyimpan tas miliknya. "heh! kenapa?! lo kaya orang linglung! lo diapain sama Hanzel?" tanya Chiara yang mulai khawatir Lagi, Kalia menghela nafas "dia gak apa-apain gue Chi, beneran"  Chiara memicingkan matanya, masih belum yakin. "beneran Chiara, dia gak melakukan hal buruk ke gue. Di jamin!"  "terus lo kenapa kaya orang bingung gitu?" "nanti gue ceritain, gue perlu mandi sekarang"  Chiara berdecak "udah malem kali Kal, masuk angin!" "gue gak bakal bisa tidur Kal kalau gak mandi" Jawab Kalia lalu masuk ke kamar mandi. Sekitar sepuluh menit Kalia selesai mandi, dia tidak ingin terlalu lama karena merasa begitu kedinginan. Langsung Kalia memakai baju tidurnya, diliriknya Chiara yang tengah sibuk bermain game di atas kasur. "dikira gue, lo udah tidur" ucap Kalia sambil memoleskan skincare nya. Sebenarnya dia sudah terlalu capek dan ingin segera tidur. "belom, gue nunggu lo" jawab Chiara dengan mata yang tidak lepas dari ponsel Kalia mengerutkan kening "mau minta gue kelonin?" "ogah!" tolak Chiara. Dia meletakan ponselnya, mengubah posisi tidurnya menyamping, menghadap Kalia "gue nunggu lo cerita!" lanjutnya lagi Kalia berdecak "kepo lo kaya monyet Dora" ledeknya "Sialan lo Peta! cepetan sih, gue udah gak sabar ini pengen denger cerita lo!" kesal Chiara "sabar sih, tinggal pake pelembab nih" "cepet! lo skincare mulu juga gak bakal mirip Yoona" "yeuuu, kaya maneh gak suka skincare aja. Lagian gue kan merawat apa yang Allah kasih" Chiara memutar bola matanya "hafal gue Kal, hafal. Gue bercanda kali, gue juga nyaho" Kalia menyelesaikan aktifitasnya, segera mendaratkan tubuhnya di kasur "Chi" panggil Kalia. Matanya menatap lurus langit-langit kamar "jadi lo kenapa Kal?"  Kalia memalingkan pandangannya, menatap Chiara "Hanzel bilang suka sama gue" Chiara langsung membulatkan matanya "seriusan???! Demi?!" Kalia mengangguk "serius, dia bilang pengen jadi pacar gue, bahkan lebih" "terus lo percaya?" "gak tahu Chi, itu yang bikin gue bingung. Satu sisi gue liat dia kaya serius banget dengan apa yang dia bilang, kenal juga udah beberapa bulan dan gak bisa dibilang buru-buru. Tapi satu sisi, gue takut Kal, gue masih takut buat mulai lagi, gue takut di kecewain lagi, takut sakit hati lagi" Jelas Kalia Chiara menghala nafas, mengerti dengan segala ketakutan Kalia. "gini Kal, menurut lo dia orang baik?" Tanya Chiara Kalia mengangguk "baik banget" "dia pernah berlaku gak sopan ke lo?" Kalia menggeleng "lo keberatan dengan status dia yang masih mahasiswa?" Kalai menggeleng lagi "menurut gue semua punya jalan masing-masing dan prioritas yang berbeda" Chiara mengangguk "gue setuju. Lo suka sama dia?" lanjut Chiara bertanya Kalia diam, berpikir "kalau gue nyaman dengan segala yang di lakukan ke gue dan malah terbiasa, apa itu artinya gue juga suka sama dia?" Kalia balik bertanya. "bisa jadi, mungkin karena terbiasa, lo jadi suka. Lo juga gak pernah menolak dan nyaman" jelas Chiara "tapi gue takut Chi, gue takut banget di sakitin lagi, gimana ya, sejujurnya meskipun gue ngerasa nyaman, tapi dalam diri gue tuh ada rem, masih terus mikir, dia baik cuma sama gue atau sama yang lain juga" "gue ngerti, sejujurnya gue setuju dengan apa yang lo lakuin, toh kita emang jangan sampe menyerahkan hati kita semuanya, tapi lo juga jangan sampe diam dan terjebak di masa lalu. Siapa tahu kalau dia bener-bener serius?" "nah itu, satu sisi gue mengen lanjut sama dia, satu sisi masih takut" "gini deh, lo jangan buru-buru ambil kesimpulan. Lo pikirin baik-baik, Ketika lo yakin, lo kasih keputusan. Gue akan selalu dukun setiap keputusan lo" "terus kalau menurut lo, gue terima atau jangan?" "kalau menurut gue sih, terima aja. Toh kata lo dia kaya serius gitu. Karena tujuan ini semua emang gue pengen lo sembuh dari luka karena si b******k Bagas, lo bisa keluar dari jerat sakit si b******k Bagas di masa lalu yang terus nempel di lo" Jelas Chiara Kalia menghela nafas " gue bingung, mau gue pikirin dan cari info lagi" ucap Kalia Chiara mengangguk "iya, gue setuju. Gue selalu dukung lo selama itu demi kebaikan lo" *** Hanzel Pulang kantor aku jemput ya, boleh? Kalia diam, tidak langsung membalas pesan dari Hanzel.  "jangan bengong, lo kesambet susah ngeluarin setan nya" ucap Ando yang baru datang Kalia menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan "gak bakal, setan takut sama gue" balas Kalia "iya deh Kal. Lo hari ini gak liputan kan?" tanya Ando Kalia menggeleng "gak ada, besok gue baru liputan" "terus kerjaan lo banyak?" Kalia diam, mengingat pekerjaan yang dia miliki "engga juga, gak terlalu banyak" "bagus, ikut gue liputan yuk" "dih, ogah!" Ando berdecak "ayolah Kal, ikut gue, abis liputan gue mau ke mall, mau cari kado buat mama gue yang dua hari lagi mau ulang tahun"  Kalia memicingkan matanya "mama lo, atau mama ketemu gede?" "Mama kandung gue Kalia, orang yang berojolin gue" jawab Ando "harus banget gue ikut?" "harus! gue butuh banget pertolongan lo. Lo itu kan sama kaya gue, sayang banget sama sosok mama"  "kerjaan gue?" Ando diam, berpikir sejenak "kalau zuhur kira-kira kerjaan lo beres?" Kalia mengangguk ragu "kayanya sih" "okedeh, gini aja, lo gak jadi ikut liputan gue, balik liputan gue jemput lo lagi ke kantor buat kita pergi, sekalian makan siang" jelas Ando "gak izin ke Adam?" tanya Kalia "gak perlu lah, bodo amat. Gue chat dia dan bilang gak bisa gantiin dia liputan malah di read doang, j*****m!" "okedeh kalau gitu, gue usahakan buat beres zuhur"  Ando mengacungkan jempolnya "maantul, lo emang selalu bisa gue andalkan Kal, moga kita jodoh ya" Kalia langsung melempar Ando dengan pena "gue gak mau sama yang banyak ceweknya" "gue insyaf kalau dapetin lo" goda Ando "tobat sambel doang paling. Udah sana liputan!" usir Kalia "oke, gue berangkat ya mama, sampai ketemu makan siang mama" goda Ando sambil keluar ruangan, meninggalkan Kalia yang menggerutu. Gak tahu, aku mau pergi sama temen Jawab Kalia. Takutnya setelah pergi ke mall, Kalia dan Ando memutuskan untuk tidak kembali lagi ke kantor alias bolos setengah hari. Hanzel Mau kemana? Mau cari kado. Jawab Kalia Hanzel Kado nikahan? temen kamu laki-laki? Kalia memilih untuk menunda mengirim balasan. Dia harus segera memulai pekerjaannya agar dapat selesai tepat waktu. Benar apa yang Ando bilang, Kalia itu sangat menyayangi sosok ibu, jadi jelas Kalia akan membantu Ando. Memilihkan kado terbaik untuk mama Ando. Kalia terus fokus kepada semua pekerjaannya, secapat mungkin dia kerjakan, tidak pakai acara santai. Tapi meskipun cepat, Kalia tetap melakukan dengan maksimal, jangan sampai ada kesalahan. Hanzel Aku di cuekin :( Kalia hanya melirik layar ponselnya. Lanjut melakukan pekerjaannya. Hingga selesai. Jam dua belas kurang sepuluh Kalia menghela nafas lega, pekerjaannya selesai hanya perlu di cek kembali sebelum dia kirim ke Adam. Kalia meraih ponselnya yang beberapa jam telah dia abaikan Kado ulang tahun mamanya. Iya, dia laki-laki. Aku sibuk jadi baru bales Ketik Kalia sebagai jawaban pesan Hanzel. Baru Kalia akan bangun untuk mengisi ulang tempat minumnya, ponselnya sudah bergetar, sebuah panggilan telpon masuk Halo Do, kenapa Kal, gue udah selesai liputan. Langsung otw kantor ogitu, okedeh kerjaan lo udah selesai? udah sih, tinggal di cek ulang sebelum gue kirim ke bang Adam tuhkan, lo emang terbaik Kal. Bisa banget gue andalkan. Makan siang gue bayarin deh haruslah! yakali gak di bayarin, gue sampe kebut-kebutan ngerjain tugas gue hahaha, yaudah deh. Gue mau nyetir.  sipp, hati-hati siang sayang dih! Kalia langsung menutup panggilan dari Ando, terdengar tawa laki-laki tersebut setelah menggodanya dengan panggilan sayang. Sayang pala lo peyang! Kalia melanjutkan kegiatannya yang tertunda, mengisi ulang tempat minum milkinya. Adam hingga siang ini belum juga muncul, begitupun asistennya. Kalia sampe penasaran, apakah Evan, selaku pimpinan mengetahui kelakuan Adam. Mungkin tidak masalah jika itu mengenai pekerjaan, tapi selama ini rasanya kegiatan Adam sangat tidak jelas. Kalia kembali ke mejanya, siap berselancar di youtube sambil menunggu kedatangan Ando. Hanzel yaudah deh Kalia hanya melirik pesan masuk dari Hanzel dan melanjutkan memilih tayangan yang bagus untuk dia lihat. *** Kalia langsung mengemas barang miliknya kedalam tas, Ando sudah mengabari dirinya jika dia telah tiba di parkiran kantor. Beruntung dia juga sudah sholatzuhur terlebih dahulu. Chi, pulang gak bareng ya, gue mau pergi sama Ando Pesan yang kalia kirim pada Chiara. Sebenarnya, Kalia merasa tidak enak karena sudah sering membiarkan Chiara pulang sendirian. Meskipun perempuan itu sangat tidak masalah, tapi tetap saja Kalia merasa tidak enak. Karena cuaca cukup panas, Kalia langsung berlari ke mobil Ando. "panas banget ya Allah" ucap Kalia "Ac nya naikin aja Kal" sahut Ando yang mulai menjalankan mobilnya Kalia langsung mengatur AC menjadi lebih dingin. Meskipun lari tidak seberapa. Tetap saja panas. Hanzel Pesan aku cuma di read :( Kalia menghela nafas saat membaca pesan dari Hanzel. Sebelumnya memang Kalia tidak membalas dan hanya membaca, bingung juga mau membalas apa, toh pada dasarnya Kalia memang tidka pandai membalas pesan.  Aku lagi di jalan, mau cari kado Jawab Kalia "kenapa Kal, gak ikhlas temenin gue?" Kalia mengalihkan pandangannya dari ponsel ke Ando "dari pada gak ikhlas, mending gue tolak sekalian Do" jawab Kalia Ando tertawa "mantul emang lo! eh Kal, kalau nanti suami lo nyuruh lo jangan kerja, mau gak?" "ya liat kondisi lah, kalau dia mampu dan dari finansial gak ada kekurangan, gue gak masalah. Tapi kalau masih kurang, ya gue gak mau, gue juga harus kerja. Rumah tangga gak makan pake cinta doang, gue buutuh uang juga buat mendukung" "cakeppp, setuju gue sama lo" "tapi tetep aja, selama itu baik gue akan selalu nurut dengan suami gue, gimanapun dia imam gue, kenapa lo tiba-tiba nanya begitu? mau nikah?" Adam tersenyum lebar "maulah! siapa yang gak mau nikah" "dikira gue, lo maunya cuma kawin doang" "ya Allah Kal, gue bahkan belum tahu rasanya kawin itu gimana" Kalia terkejut "seriusan lo? bohong banget! cewek lo banyak ya Do" "Seriusan Kalia, belum pernah gue having s*x, paling mentok di ciuman" "seriusan?" "serius!" "wow, terkejut gue. Terus lo mau segera nikah?" "lo maunya gimana?" Kalia mengerutkan keningnya "kok gue?" "iya, lo maunya kita segera nikah atau engga" Kalia langsung memukul lengan Ando dan laki-laki itu terbahak "gak lucu lo!" "tapi godain lo itu seru Kal. Gak pernah ada ambyar nya kalau di godain" "emang! gue gak masuk dalam barisan meleleh saat di godain, mual yang ada" *** "makan siang dulu ya Kal" ucap Ando saat keduanya sudah berjalan memasuki mall "iya, udah laper gue" "udah sholat?" "udah dong" "Adam ada di kantor?" "gak ada, gue sendirian  di kantor" "wah parah, dia kaya makin se-enaknya aja" "betul, kalau masih gini, mending kita lap- aw" Kalia terkejut saat seseorang menabrak tubuhnya hingga oleng, untuk tidak sampai terjatuh. "maaf mba, saya gak sengaja" ucap si penabrak "lo gak apa-apa?" tanya Ando Kalia mengangguk  "maaf banget ya mba" ucap si penabrak lagi "iya mas, gak apa-apa" jawab Kalia ramah. "yuk" ajak Ando Kalia mengangguk lalu melanjutkan langkahnya bersama Ando "mau makan apa kita Do?" tanya Kalia "bebas, lo maunya apa? gue yang bayar" "seriusan nih?" "serius" "lagi pengen makan nasi" Ando mengangguk "boleh, nasi ayam mau? gue tahu resto yang enak" "bolehlah, kuy" Berjalan sepuluh menit, Kalia dan Ando sampai di tempat yang mereka mau. "pesen apa?" Tanya Ando "mau nasi sama ayam bakar, minumnya air mineral aja deh" Ando menyebutkan ulang makanan pesanan mereka pada pelayan.  "baik, mohon di tunggu ya bapak, ibu. Saya permisi" Pamit pelayan tersebut "Do, gue mau tanya dong" "tanya apa?" "gimana caranya menilai cowo itu baik" "baik deri segi apa nih?" "jangan baik deh, tapi serius" Ando menghela nafas "susah sih, cowo kan beda-beda Kal, sama kaya cewe, maklum lah, namanya juga manusia. Tapi menurut gue, laki-laki yang serius itu kalau dia bicara, selalu menatap mata perempuannya biar si perempuan itu tahu segimana cintanya dia. Kadang cemburu, tapi bisa toleransi juga, kalau gak sibuk selalu kasih respon, mengutamakan keselamatan si perempuan, pokonya gitu deh Kal, mementingkan si perempuan diata segalanya. Duh, gak jelas banget deh gue" Kalia berdecak "susah sih kalau ngomong sama laki-laki yang gak bisa serius" ledek Kalia "gue bisa serius, asal sama lo" Kalia mengepalkan tangannya seolah akan memukul Ando "gue mulu. yang lain sono!" Ando terbahak "kalau Chiara?" "gak! yang lain! anak ibu kantin kan ada" "ya kali Kal, anak ibu kantin kan cowo" Kali terbahak "udah ah, cewe lo kan banyak, coba mulai di kurangi dan seriusin satu orang" saran Kalia "iya Kal, gue lagi nyoba itu kok, lo gimana sama gebetan lo, masih" Kalia mengangguk "masih, tapi gue ragu nih" "ragu kenapa?" "ya ragu aja" Ando memutar bola matanya "gak mungkin ragu gak ada alasannya" "gini Do, gue tuh ragu, takutnya dia gak serius sama gue" "takut kalau dia udah punya pacar atau someday selingkuhin lo?" Kalia mengangguk "iya, takut begitu salah satunya" "coba di stalk akun medsosnya, semua. Gue tahu kemampuan stalk lo udah kaya detektif. Setidaknya, kalau dia ada cewek, pasti ceweknya muncul di kolom komentar. Kalau perihal someday dia selingkuh, itu pinter-pinter aja lo berdua mengurus hubungan. Saling nyaman dan senang, jadi pikiran buat selingkuh itu gak muncul"  "gue udah sempet stalk dia sih, tapi gak nemu apa-apa. gak ada cewe juga komen" "nah, setelah itu lo yakinin aja hati lo, apakah akan lanjut atau mundur. Saran gue kalau lo gak yakin mending udahan, sayang waktu lo. Tapi kalau lo pengen lanjut, segera di mantapkan" "Salah gak sih kalau gue nerima tapi hati gue belum seutuhnya" "gak salah, asal dalam perjalannya lo berusaha untuk yakin. Tapi tips dari gue adalah, jangan pernah bergantung kepada manusia, apalagi urusan hati. Karena kalau sampe manusianya hilang, maka lo akan menjadi sosok yang paling terpuruk" Kalia menghela nafas, dia pernah berada di posisi itu. Posisi saat dia mempercayakan semuanya pada Hanzel. Dan benar, di akhir, Kalia menjadi sosok yang paling terpuruk, berdiam dalam kongan luka, bahkan takut untuk memulai lagi. "kalau lo nyaman, jalanin dan jangan ragu. Lo tinggal banyakin doa dan terus meminta di berikan yang terbaik. Minta untuk di pertemukan dengan laki-laki yang akan menjadi jodoh lo"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN