15. Mulai Jelas

2086 Kata
Hampir dua jam Kalia dan Ando mberkeliling mall untuk mencari hadiah.  "fix inimah kita gak balik ke kantor" ucap Kalia setelah meminum es coklat miliknya "gapapa Kal?" "ya gapapa, emang kenapa?" "ya gue jadi gak enak, bikin lo bolos setengah hari" "halah, santai aja. Toh kerjaan gue udah selesai semuanya" "ah emang deh, lo itu terbaik. Beneran deh Kal, kalau lo mau sama gue, gue tobat" Kalia memutar bola matanya "ngomongin itu mulu lo!" "sini" Ando menrik Kalia untuk duduk di salah satu kursi panjang dekat eskalator "gue serius Kalia" Kalia menghela nafas "gini deh Do, apa yang buat lo sampe bilang begitu?" "ya gue merasa kalau lo akan menjadi sosok terbaik buat istri gue" Kalia terbahak "serius lo mikir gitu?" "iya, kadang-kadang sih. Nih ya, kita udah lama deket, bisa dibilang temen baik, lo tahu baik dan buruknya gue, apalagi gue denger kalau jodoh yang terbaik itu adalah teman sendiri" "kebanyakan nonton film lo!" "ih Kalia" "Gini Do, gue dan lo emang udah cukup lama menjaid teman baik. Tapi gue merasa kalau lo emang lebih baik jadi temen gue aja. Baik dan buruk lo memang gue bisa terima, namanya juga manusia. Tapi kalau untuk lebih serius, gue gak kepikiran sama sekali. Gue nyaman dengan lo hanya sebatas teman" "ah Kalia mah gitu" ucap Ando dengan wajah seolah merengek "jijik Do, muka lo gak pantes begitu. Udah ah" "Kal, gue mau nyanyi nih, siapa tahu setelah gue nyanyi lo bisa berubah pikiran" Kalia mengerutkan keningnya  "tenang, gue gak bakal nyanyi romantis karena takut cringe. Jadi lagu spesial buat lo" "apaan sih Do, jangan aneh-aneh lah" "denger dulu Kalia, maneh ih."  Ando berdehem beberapa Kalia sebelum memulai aksinya "satu-satu aku sayang ibu. Dua-dua juga sayang ayah. Tiga-tiga aku sayang kamu. Satu dua tiga aku kita menikah" Detik setelah Ando selesai bernyanyi, Kalia langsung terbahak "Aduh perut gue sakit" ucap Kalia masih terbahak "ih Kal, malah lo ketawain! jahat lo" kesal Ando Kalia menarik nafas dalam, mencoba menghentikan tawanya "sorry, abis lucu sih, kepikiran aja lo" "gimana? udah gue nyanyiin lo berubah pikiran gak?" tanya Ando antusias Kalia menggeleng "engga. Gue masih tetap memilih lo untuk tetap berada di posisi salah satau teman baik gue" Ando menghela nafas "yaudah iya, awasnya Kal, gue embat hati lo di sepertiga malam" canda Ando membuat Kalia kembali tertawa "silahkan Do, lo subuhan aja lewat mulu" balas Kalia membuat Ando menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sial! Boroknya dia, Kalia hafal! *** "nuhun ya Kal, buat bantuannya" ucap Ando saat keduanya sudah berada di depan kosan Kalia.  "iya, semoga mama lo suka sama kadonya. Thank you juga udah mau anter gue. Padahal rumah lo gak searah" "santay Kal" "okedeh, gue masuk dulu ya. Salam buat mama lo, selamat ulang tahun" "siap, nanti gue salamin dari calon mantu" goda Ando "ngaco! udah ah" Kalia segera keluar mobil Ando. Tidak langsung masuk ke kosan, menunggu Ando pergi terlebih dahulu. Setelah mobil Ando berjalan cukup jauh, barulah Kalia masuk. "Kal, mau pesen makan gak?" Tanya Chiara langsung "ya ampun Chi, ini gue baru aja masuk. Udah ditanya mau pesen makan" Ucap Kalia sambil menggelengkan kepalanya Chiara tersenyum lebar "gue mau pesen online buat makan malem, lo mau gak?" "boleh deh, samain aja" jawab Kalia. Kalia meletakan barang-brangnya, bersiap mandi. "bayarnya cash atau engga?" tanya Kalia sebelum masuk kamar mandi "engga" "okedeh. Gue mandi dulu" Lima belas menit Kalia selesai mandi, seperti malam-malas sebelumnya, Setelah mandi Kalia langsung mengaplikasikan skincare malamnya baru kemudian sholat isya. "masih lama makanannya?" tanya Kalia "engga, abangnya udah deket" jawab Chiara Kalia mengangguk, melanjutkan aktifitasnya. "Kal gue ambil makanan dulu" "iya" Selesai shalat isya, Chiara datang membawa makanan pesanan mereka. "abangnya salah kosan. Dia gak tahu patokan kosan kita, jadi nyasar dikit" jelas Chiara "belum pernah nganter ke daerah sini kali Chi" sahut Kalia sambil merapihkan mukena. "ayo makan" ajak Chiara semangat Kalia dan Chiara sudah duduk di lantai untuk makan. "gue lagi pengen nasi bakar sama ayam bakar, gapapa Kal?" tanya Chiara lagi "gapapa lah, gue suka" jawab Kalia dan mereka memulai makan malam "tadi sama Ando kemana aja?"  "ke mall doang, cari kado, selesai cari kado nonton dulu"   "sempet nonton? kok gak malem banget baliknya" "kan jam sore Chi" "eh iya, lupa" "eh iya Chi, masa Ando bilang kalau gue mau sama dia, dia bakan serius" Chiara mengerutkan keningnya "maksud lo?" "lo tahu kan, kalau kalau ando itu banyak cewek nya, nah dia bilang bakal serius asalkan ceweknya gue" Chiara langsung tersedak nasi mendengarnya "minum" ucap Kalia menyodorkan segelas air Chiara meminumnya hingga langsung habis, lalu mengatur nafasnya "sakit itu orang. Serius bilang gitu?" Kalia mengangguk "iya serius, dia emang sering bilang gitu dan gue biasa aja, gue anggap bercanda, eh tadi dia bilang lagi" "yaudahlah, gak usah di denger. Ando itu emang baik, tapi baik hanya untuk sebagai teman. Kalau lebih dari itu, maaf aja. Gue meragukan. Lo punya kenangan buruk perihal perselingkuhan alias di khianati, sedangkan Ando adalah orang dengan banyak perempuan. Engga deh, kalian gak cocok kalau menurut gue. Jaga-jaga aja, takutnya setelah sama lo sakitnya kumat lagi dan cari cewek lain lagi"  Kalia menghela nafas "iya Chi, gue sama dia emang cocoknya jadi temen aja. itu cukup buat gue" "terus sama Hanzel gimana?" "masih ragu, gue masih cari faktor pendukung buat keputusan gue" Chiara mengangguk "iya, apapun itu, gue harap akan selalu menjadi yang terbaik buat lo" "iya Chi dan apapun itu, gue bakal cerita ke lo, gimanapun, gue mau lo jadi orang yang selalu ingetin gue" "iya Kal, pasti. Kita harus saling mengingatkan. Oh iya, gue tuh tadi baca-baca gitu, nah katanya cara liat cowo baik itu, salah satunya adalah bagaimana dia memperlakukan mama dan sauda perempuannya. Ibaratnya gini, ke dua sosok itu aja dia baik, pasti ke sosok yang akan menjadi pasangannya pasti dia baik" jelas Chiara Kalia mengangguk, mengerti dengan ucapan Chiara "oke, gue bakal inget itu" Selesai makan, keduanya langsung menghempaskan diri ke kasur. Biasanya dilanjutkan menonton atau hanya pillow talk sebelum tidur. "kerjaan gue makin gak jelas Chi" "maksud lo?" "eh bukan kerjaan gue gak jelas, tapi orang-orangnya gak jelas" "termasuk lo?" "sialan. Maksud gue tuh Adam. Gue tahu dan orang-orang di kantor juga tahu kalau dia kordinator, tapi bener deh, tapi kerjanya gak pasti, kadang datang, kadang gak datang. Bagian evaluasi bulanan dia paling semangat, apalagi bagian nyusun jadwal, udah merasa paling bos banget nyurh ini dan itu, pas eksekusi? hancur, tuga dia sering di lempar ke gue bahkan sekarang Ando juga kena." "Saran gue Kal, lo biarin aja, abaikan orang kaya gitu, fo kus kerjain apa yang udha di tentukan di awal. kalau urusan dia yang sering lempar kerjaan, lo lempar balik dan jangan terima. Gue juga begitu sama si mba popmih, setiap dia mau marahin gue karena kerjaan orang lain yang gak bener, gue sebisa mungkin ngelawan, karena gue gak salah. Lain cerita kalau gue salah, mau di marahin gimanapun, gue akan terima" Kalia mengangguk, mengerti dengan ucapan Chiara. Hanzel Kamu dimana? udah di kosan? Kalia tidak membuka pesan dari Hanzel, hanya membacanya dari pop up. Meletakan ponselnya kembali, Kalia mengabaikan pesan Hanzel dan memilih untuk tidur.  *** "Macet Kal?" tanya Ando saat Kalia baru memasuki ruangan "macet sih enggak, cuma nunggu busway nya lama" jawab Kalia lalu duduk di tempatnya "yaudah, ayok lah jadiin kita nikah, biar tiap hari gak nunggu busway" goda Ando Kalia langsung mengepalkan tangannya, seolah akan memukul Ando "diem lah, gue lagi galau" "galau apa sih Kal" "gak tahu bingung" "lah bisa gitu" "ck, emang lo gak pernah galau tapi gak tahu nge galau-in apa?" Ando menggaruk tengkuknya "ya pernah sih, rungsing gitu Kal" "nah itu, jadi diem aja ya tong, jangan godain gue dulu" "baik kanjeng ratu" "itu Adam belum datang atau udah datang dan lagi keluar?" tunjuk Kalia dengan dagunya ke meja Adam "Udah datang, gak lama pas gue datang, tadi sih cuma bilang keluar dulu" "asistennya?" "gak tahu, males gue tanya-tanya" Hanzel aku di cuekin terus Kalia menghela nafas, lalu mengetikan jawaban untuk Hanzel Semalem ketiduran Jawab Kalia. Kalia langsung meletakan ponselnya. Bersiap untuk menggarap semua pekerjaannya hari ini. Ditengah kesibukan Kalia dan Ando, pintu ruangan dibuka oleh Adam yang entah dari mana. "eh Kalia udah datang"  Kalia tersenyum malas, melanjutkan pekerjaannya "Kal, mulai besok lo handle kerjaan asisten gue juga ya" Kalia mengerutkan keningnya "asisten lo kemana emang bang?" tanya Ando "keluar" "resign?" tanya Ando lagi "di berhentikan" "kok gitu?" kini Kalia yang berusara "gak cocok sama gue" jawab Adam Kalia diam, bingung "terus kerjaan dia jadi gue yang urus" "iya" "kok gak bilang gue dulu!" protes Kalia "kenapa? kan dia asisten gue?!" "yaudah, sekalian kerjaan dia lo juga yang kerjain" tegas Kalia "lah, mana bisa. Gue sibuk Kal" "terus lo pikir gue di sini leha-leha doang? gak kerja? gue juga sibuk" "tapi lo gak se sibuk gue" "bodo amat, lo cari asisten baru dan jangan nyuruh-nyuruh gue mulu" "kok lo gitu Kal? sombong banget lo sampe gak mau bantu-bantu" Kalia menghela nafas "bantu-bantu itu sesekali, tapi dengan lo yang bilang kalau gue gantiin kerjaan asisten lo, namanya bukan bantu! lagian asisten itu suruh kerja sesuai kerjaannya, asisten kantor ya tugas kantor, jangan lo kasih tuga proyek pribadi lo" "Kal, omongan lo!" "bang udah!" tegas Ando  Kalia langsung membuang muka, menolak melihat ke arah Adam "bang, gue tahu kalau lo itu kordinator, posisi lo lebih atas dari kita. Tapi dengan posisi itu, lo gak boleh seenak lo. Jangan terlalu egois dan hanya mementingkan diri lo aja. Gue yakin, mau asisten lo di pecat atau dia yang ngundurin diri, itu gak ada urusan dan gak masalah buat kita. Tapi beda kasusnya kalau kepergian asisten lo itu punya efek ke kita, terutama Kalia. Harusnya lo diskusikan itu terlebih dahulu. Apakah Kalia sanggup untuk merangkap menjadi asisten lo. Simple kan, cukup turunin ego lo dikit aja lalu komunikasi. Sumpah bang, itu gak bakal bikin lo hina" Jelas Ando "intinya gue nolak, kalau cuma bantu beberapa gue gak masalah, tapi kalau untuk semua tugasnya pindah ke gue, maaf bang, gue gak sanggup" ucap Kalia.  Sumpah demi apapun, sejujurnya Kalia menolak bukan karena dia benar-benar tidak sanggup. Hanya saja, sikap seenaknya Adam yang Kalia tidak suka. Selain itu, Adam, iya, Kalia tidak suka Adam, Kalia tidak ingin nampak lebih tua dari umurnya karena Adam yang menjengkelkan. Tidak perlu di jelaskan juga sebagaimana Kalia tidak menyukai Adam. Pokonya tidak suka. Titik. Tidak ada nego! "oke kalau begitu, nanti biar gue ngobrol lagi sama pak Evan" sahut Adam *** Hari ini Kalia pulang di jemput Hanzel, menurut Kalia, laki-laki itu tengah merajuk karena Kalia seolah mengabaikan pesan darinya. "jadi kamu tadi maksa jemput aku cuma buat cemberut terus? mau ngasih tahu aku kalau kamu lagi kesel?" tanya Kalia akhirnya. Sudah hampir sepuluh menit mereka jalan dan keadaan di mobil begitu sunyi, tidak ada obrolan yang biasanya di lakukan. "hmm"  "kenapa masih maksa jemput kalau aku cuma di cuekin?" kesal Kalia "kamu juga cuekin aku" Kalia menghela nafas "yaudah maaf" ucap Kalia tidak mau memperpanjang  "udah makan?" tanya Hanzel, nada suaranya sudah terdengar seperti biasanya, lembut. "belum" "mau makan apa?" "drive thru boleh?"  Hanzel tersenyum, mengusap kepala Kalia "boleh dong, mau apa?" "Mcd ya" "siappp, oh iya. Aku mau kasih tahu sesuatu" "apa?" "minggu depan aku mau balik ke Jogja" Duduk Kalia langsung tegak, terkejut. "kamu seriusan?" lirih Kalia, rasanya dia sedih dengan kabar tersebut Mobil berhenti karena lampu merah, Hanzel langsung menatap Kalia "magang aku kan tinggal beberapa hari lagi, setelah itu aku aku harus langsung ke Jogja buat laporan, aku pengen cepet selesai. Pengen cepet skripsi, pengen bikin umi seneng" jelas Hanzel Kalia menarik nafas dalam, menghembuskan secara perlahan "iya, gapapa" ucap Kalia. Toh apa yang dilakukan Hanzel memang benar. laki-laki itu harus segera menyelesaikan perkuliahannya sebelum jatah semester habis. Tapi yang buat Kalia sedih adalah Hanzel dan dia yang akan berjauhan. Tidak ada lagi makan bersama, di jemput setelah pulang kerja atau nonton film. Aktivitas yang dudlu terarasa aneh hingga membuat Kalia terbiasa dan akan merasa kehilangan setelah Hanzel kembali ke Jogja. "kamu sedih aku balik ke Jogja?" tanya Hanzel Kalia mengangguk "iya" jujurnya Hanzel tersenyum, mencubit pipi Kalia "gemes banget sama kamu" "sakit" Kalia mengusap pipinya dengan bibir cemberut. "aku gak lama kok disana, setelah laporan magang selesai, aku balik lagi. Aku mau ngerjain skripsi di sini, gak di Jogja" Jelas Hanzel lagi sambil kembali  menjalankan mobil "beneran?" tanya Kalia begitu antusias.  "beneran, tante aku kasih saran begitu, dia itu dosen, katanya biar bisa sekalian bantu, kamu kalau mau bantu aku juga gak apa-apa, hehehe" "aku bantu kok, selama aku bisa" "makasih ya" Kalia mengangguk sebagai jawaban "oh iya, si bontot bentar lagi pulang" ucap Hanzel, bontot sendiri adalah sebutan untuk adik Hanzel yang paling muda. "kapan?" "dua hari lagi" "kamu yang jemput?" "engga, dia pulang sama temen-temen nya. Umi udah heboh banget, sampe belanja ini dan itu buat ganti barang-barang di kamarnya" "maklum lah, anak paling bungsu" "tapi kasian umi, aku takut dia terlalu capek" "ya kamu bantuin dong" "jelas kalau itu. Durhaka kalau aku sampe gak bantu, tapi aku juga beli kado lho buat si bontot" "kado apa?" "jaket. Dia minta itu terus ke aku" "tapi kamu ikhlas kan?" "kamu ih, kalau nanya suka bikin gereget. Ikhlas dong, sayang banget aku sama dia" Kalia tersenyum mendengar ucapan Hanzel. Laki-laki itu begitu baik dalam memperlakukan wanitanya, ibu dan adik. Sebuah nilai tambah Hanzel yang Kalia dapat untuk memperjelas kebingungan dirinya. "nanti kalau aku sidang kamu datang ya, ke Jogja" "mau ngapain? kan temen kamu juga pasti banyak" "ketemu umi, sekalian kasih semangat aku biar lancar di dukung orang-orang tersayang" Secara otomatis bibir Kalia membentuk sebuah senyum lebar, hatinya senang mendengar ucapan Hanzel, rasanya kini semua mulai jelas di mata Kalia. Pilihan mana yang akan dia ambil, Kalia sudah bisa menentukan itu. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN