Sudah satu bulan berlalu Kalia dan Hanzel melakukan long distance relationship atau hubungan jarak jauh. Kalia pikir, akan berat melakukan hubungan jarak jauh, apalagi di umur hubungan mereka yang memang sangat masih muda, tapi ternyata tidak. Kalia benar-benar tidak kesulitan, mungkin efek dulu saat masih bersama Bagas, laki-laki itu jarang menghubunginya, jarang menemuinya, jadi meskipun dekat rasanya seperti LDR dan Kalia terbiasa.
Karena itulah saat dengan Hanzel, kini Kalia merasa tidak terlalu sulit menjalani hubungan jarak jauh, apalagi Hanzel sering menghubunginya, mengirim pesan, sambungan telpon bahkan video call. Meskipun jauh, terasa dekat, perhatian Hanzel tetap Kalia rasakan.
"Kal, pulang main dulu yuk" ajak Chiara yang tengah berkunjung ke ruangannya, katanya sih perempuan itu sedang kabur karena kesal dengan mba popmih yang sedang marah-marah tidak jelas hari ini.
"kemana?"
"ke mall Kal, abis gajian kan. Jajan dulu lah kita"
"boleh lah, pelembab gue juga abis"
"nah mantul, gue mau beli gincu nih"
"gincu mulu, yang lo pesen online aja belom datang Chi"
"yeuu biarin sih, gincu itu paling penting Kal, gak masalah gak bedakan, asal gincuan"
Kalia berdecak "iya ibu, bagaimana baiknya ibu saja ya"
baru Chiara akan membuka mulutnya lagi, pintu ruangan Kalia di buka oleh Adam yang memasuki ruangan. "lho, kok ada orang dari depart lain?" ucap Adam
Tanpa di lihat Adam, Chiara memutar bola matanya. "gak ada larangan kan?" sahut Chiara
"ya kalau lo masih ada kerjaan sih mending jangan, beresin kerjaan aja" ucap Adam yang sudah duduk di tempat kerjanya, laki-laki itu sepertinya baru selesai liputan sepertinya.
"beres atau engga nya yang penting gak ganggu orang yang di kunjungi"
Adam langsung melihat Kalia "kerjaan lo udah selesai?" tanya Adam
"udah, dari tadi"
"tuhkan, gue juga bertamu tahu diri lah" sindir Chiara
"yaudah, kalau udah selesai, lo bantu kerjain kerjaan gue" suruh Adam pada Kalia
Kalia menghela nafas pelan, mencoba sabar "kerjaan gue hari ini bahkan lebih banyak bang di banding lo, masa masih mau minta bantu, gue aja udah bantu lo sama Ando, kerjain sendiri lah bang" jawab Kalia membuat Chiara langsung mengacungkan jempolnya yang di tatap tajam oleh Adam.
"kalau lo masih bisa bantu, kenapa engga Kal? lagian kerjaan nya udah pada selesai juga kan?"
"ya lo juga kalau masih bisa lo kerjain sendiri, kenapa harus minta bantu? abis ini lo kan udah free, gak ada liputan lagi, nge redaksi paling berapa lama sih buat lo yang udah pro"
Adam berdecak, tidak membalas ucapan Kalia, hanya menatap tajam Chiara yang tengah menahan senyum seolah meledeknya "lo kalau disini gak ada gunanya dan cuma bikin berisik ruangan gue, mending balik ruangan" kesal Adam pada Chiara
Chiara bangun dari duduknya "yeuuu sewot aja lo, udah banyak gak suka malah makin gak suka" sahut Chiara dengan berani lalu pergi dari ruangan Kalia setelah sebelumnya melambaikan tangan pada Kalia, tanda pamit.
Adam menghela nafas "temen lo gak bisa lebih sopan lagi sama yang lebih tua?" sindir Adam langsung
Kalia hanya mengangkat bahunya, bodo amat. Adam memang pantas kok di perlakukan seperti itu.
***
Hanzel
Sayang, Pulang jam berapa hari ini, lembur gak?
Kalia tersenyum membaca pesan Hanzel. Sejujurnya meskipun Kalia sudah menerima Hanzel dan mereka menjalin hubungan sebagai kekasih, Kalia masih belum percaya kepada Hanzel, dia masih merasa bahwa dia harus waspada, pengalaman masa lalu membuat dia seperti itu. Dia takut kembali terluka jika dia menyerahkan semua kepercayaannya kepada Hanzel.
Kalia tahu itu tidak baik dalam sebuah hubungan, dalam hubungan harus saling percaya. Tapi bagaimana lagi, itu sulit untuk Kalia, jangankan untuk percaya seluruhnya kepada Hanzel, bahkan dengan dia bersikap waspada, sama dengan Kalia memiliki pikiran buruk kepada Hanzel. Berpikir bahwa Hanzel bisa saja menyakiti dia. Tapi bukankah manusia pasti akan menyakiti manusia lain? disadari atau tidak disadari.
Pulang seperti biasa, tapi mau ke mall dulu
Jawab Kalia. Sejujurnya, Kalia masih sedikit geli dengan panggilan sayang dari Hanzel, maklum saja, Kalia kan baru pertama di perlakukan manis, meskipun sebelumnya jika Kalia melihat pasangan lain saling memanggil kata sayang dan Kalia ikut baper, tapi giliran terjadi kepada dirinya, Kalia malah geli sendiri. Tapi seiring waktu Kalia sudah mulai terbiasa, meskipun tadi, masih sedikit geli.
Hanzel
Sama siapa? mau apa?
Sama Chiara kok.
Baru Kalia mengirim balasan tersebut yang langsung di baca Hanzel, laki-laki itu sudah membuat panggilan telpon
"halo yang, kamu dimana sekarang?" tanya Hanzel langsung saat Kalia menajwab panggilannya
"aku masih di kantor"
"udah sholat ashar?"
"udah kok"
"sekarang sibuk gak?"
"engga, kerjaan aku udah selesai semuanya, kenapa?"
"gapapa, takut ganggu kamu aja"
"engga kok"
"kamu di ruangan sendirian?"
"iya, kenapa memangnya?"
"takut ganggu temen kamu yang lain kalau aku telpon"
"mereka lagi keluar"
"ogitu, tadi makan siang kan?"
"makan kok"
"bagus, pokonya jangan sampe sakit ya"
"siappp"
"nanti pulang kantor jadi pergi dulu?"
"jadi"
"sama Chiara aja?"
"iya, sama dia aja"
"yaudah, hati-hati"
"siapp, kamu dimana?"
"aku di kosan yang"
"gak ke kampus?"
"tadi pagi aku ke kampus, siang udah balik ke kosan. Terus nanti malem aku mau kumpul sama temen-temen, boleh gak?"
Satu hal lain yang Kalia suka dari Hanzel, laki-laki itu selalu meminta izin, Kalia benar-benar merasa sangat di anggap sebagai kekasih.
"sama temen kampus?"
"engga, sama anak motor yang"
Fakta lain yang Kalia tahu setelah menjadi kekasih Hanzel, laki-laki itu tergabung dalam sebuah club motor di Jogja, awalnya Kalia sempat memiliki pikiran buruk tentang club yang Hanzel ikuti, tapi setelah Hanzel jelaskan bahwa club nya itu selalu melakukan hal-hal positif, Kalia begitu lega. Tidak semua anak motor itu seram dan jahat, buktinya ada yang manis juga, kaya pacarnya, Hanzel. Hahaha
"yaudah, hati-hati ya. Jaga keselamatan selalu"
"siap sayang, aku selalu jaga keselamatan kok, kan biar bisa terus jagain kamu"
Kalia terbahak, sungguh dia tidak merasa leleh dengan ucapan Hanzel, malah merasa geli.
"cringe banget sumpah, geli"
"hadeuuhh, pacar aku mah gak ada romantisnya" protes Hanzel yang membuat Kalia kembali terbahak.
"ya mau gimana lagi"
"tapi gak apa-apa, aku suka kok, meskipun kamu susah aku gombalin, aku tetep suka"
"alhamdulillah kalau begitu"
"yaudah deh yang, udah dulu ya, aku mau sholat ashar dulu"
"okeee. Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Kalia meletakan ponselnya, lalu bersiap merapihkan mejanya sambil menunggu jam pulang kantor. Adam memang pergi lima belas menit lalu dan Kalia tidak tahu kemana, tidak perduli juga. Sedangkan Ando, laki-laki itu melakukan liputan di dua tempat, entah akan kembali ke kantor atau langsung pulang.
"assalamualaikum cantik" ucap Ando semangat sambil membuka pintu, panjang umur untuk Ando.
"dikira gak bakal balik ke kantor Do"
"tadinya sih gitu, pengen langsung bablas pulang, tapi gak jadi"
"kenapa?"
"gapapa, mau gawe semua di kantor aja, terus di rumah gue lagi rame banget, ku tak suka keributan"
"di rumah lo ada acara?"
"gak ada, cuma sepupu gue lagi pada main aja"
"lah enak lah, ada temen main atau ngobrol"
"tidak enak, sepupu gue nyebelin semua yang datang, pada sombongnya ngalahin lapisan langit yang tujuh itu"
"mereka udah pada nikah?"
"sebagian, tapi ada satu yang udah cerai, seumuran banget sama gue, kalau yang lain beda satu sama dua tahun lebih tua"
"seriusan udah cerai?"
"iya, gue tuh kalau jahat malah dalam hati pengen ngolok dia, abis gue sakit hati cuy sama omongan dia"
"sepupu cewek?"
"iya, cewek mulutnya kaya bebet mercon. Keinget banget gue"
"dia bilang apa emang?"
"nih, pas dia abis banget lamaran, dia ke rumah gue sama sepupu gue yang lain, kaya hari ini. Dia bilang gini ke gue, lo gak mau nikah Do? Gue aja udah di lamar, makanya jadi laki-laki jangan jadi PK, itu azab dari Allah biar lo sendirian seumur hidup, gue jamin gak bakal ada cewek yang mau nikah sama lo. Gitu Kal, masa dia bilang gitu? padahal nih ya, gue PK juga engga. kesel gue"
"PK tuh Penjahat Kelamin?"
"iya, mentang-mentang dia tahu gebetan gue banyak, dia kira gue pake itu cewek-cewek. Sinting dia, padahal dia nikah aja cuma gara-gara nge tren. Najong" kesal Ando
Kalia mengerutkan keningnya "maksud lo? nikah nge-tren?" bingung Kalia
"jadi gini Kal, kalau gue nilai sih, pacar sepupu gue inituh dulu belum siap nikah, tapi sepupu gue selalu maksa pengen cepet di nikahin dengan alasan, si itu udah nikah, si ini udah nikah, dia udah punya anak satu, dia udah punya anak dua. Padahal kan nikah bukan karena nge tren atau balapan, nikah itu karena kesiapan, bukan hanya dari satu pasangan tapi kedua pasangan. Terbukti, dua tahun nikah malah cerai, laki-lakinya emang gak siap dan sepupu gue banyak nuntut akhirnya sekali suaminya nuntut, eh langsung ke pengadilan, sadis gak tuh"
"bener sih, kalau nikah cuma gara-gara yang lain nikah, itu kayanya engga banget. Jahatnya gini, nikah karena yang lain nikah, terus kalau yang lain cerai? harus ikut juga?. Intinya nikah itu emang harus siap keduanya"
"tuh kan, makanya pengen gue sukurin aja itu sepupu gue"
"gak boleh gitu ah, doain yang baik, doa baik akan balik baik ke yang mendoakan, meskipun kadang gue juga suka khilaf, maklumlah, hati manusia"
"oleh karena itu, gue menghindar dengan sekarang balik ke kantor dan telat pulang ke rumah. Gue udah banyak dosa, bisa makin-makin kalau ketemu mereka dan hati gue gak berhenti julid"
"yaudah, nginep aja sekalian Do"
"ogah ah kalau itumah"
Ando melirik meja Kalia yang sudah mulai rapih "lo udah mau balik?"
"yomss, nunggu jam selesai aja"
"mantul, gawean beres semua?"
"sudah dong"
"mantul emang! langsung balik?"
"engga, mau main dulu sama Chiara"
"kemana? ikut lah!"
"ke mall, ogah ah, kapan-kapan aja lo ikutnya"
"di pelit!"
"biarin!"
"udah ah, gue gawe dulu"
"yaudah, silahkan"
Ando memulai pekerjaannya dan Kalia melanjutkan aksi rapih-rapih mejanya hingga selesai. Waktu yang tersisa Kalia manfaatkan untuk berselancar di dunia intagram hingga jam kerja selesai.
***
"lo mau beli apa Kal?"
"aloe vera gue abis Chi, ke store itu dulu ya"
"bolehlah, abis itu makan ya"
"atau mau makan dulu Chi?"
"engga, beli skincare lo dulu, abis itu cari makan, terus beli gincu terus keliling aja, siapa tahu nemu barang ucul" jelas Chiara
"siappp"
Ponsel Kalia bergetar, sebuah pesan dari Hanzel.
Hanzel
Kamu dimana yang?
Kalia langsung mengetik jawaban untuk Hanzel, memberi tahu bahwa dia sudah ada di mall, tapi baru saja akan menekan tombol send, ponsel Kalia jatuh karena di tabrak seseorang
"duh maaf kak, maaf saya gak sengaja" Ucap laki-laki yang menabrak Kalia sambil menyerahkan ponsel Kalia yang jatuh
"gapapa mas, saya juga salah, jalan sambil liat ponsel" balas Kalia. Dia juga salah, karena terus berjalan dengan keadaan menunduk.
"sekali lagi maaf ya kak"
"iya mas gapapa" ramah Kalia
Laki-laki tersebut pergi, Kalia dan Chiara kembali melanjutkan langkahnya ke salah satu store skincare asal Korea Selatan yang memang sudah menjadi produk wajib untuk Kalia.
"hati-hati makanya kalau jalan" ucap Chiara
"iya, nunduk mulu sih tadi gue"
"ngapain? nyari koin?"
Kalia langsung memukul lengan Chiara "enggalah!"
Memasuki store, Kalia langsung mencari aloe vera yang dia cari, teringat bahwa pembersih wajahnya juga tinggal sedikit, Kalia juga langsung memasukan kedalam keranjang.
"udah?"
"iya, udah"
"cepet amat Kal"
"ya gimana, yang di butuhin udah ketemu semua"
"gak mau liat-liat dulu?"
"engga deh, lagi gak butuh apa-apa lagi"
"okedeh, langsung bayar?"
"iyaapp"
"yaudah, gue nunggu di luar"
Kalia mengacungkan jempolnya lalu berjalan ke kasir dan mengantri sedangkan Chiara menunggu di luar.
"dua item ya kak"
"iya mba"
"hari ini spesial kak, untuk pelanggan yang melakukan transaksi ke 100 dia berhak mendapatkan keuntungan dengan hanya membayar 150 ribu untuk belanja di atas 150 ribu dan lima puluh persen untuk perbelanjaan dibawah 150 ribu. karena total belaja kakak lebih dari 150 ribu, jadi kakak hanya bayar 150 ribu saja"
"seriusan kak?" Kaget Kalia
"serius kak, jadi total belaja kakak hanya 150 ribu saja"
Sambil terkejut, Kalia mengeluarkan uang cash miliknya untuk membayar.
"saya baru tahu lho kalau ada promo begini, biasanya gak ada. Liat di i********: resmi juga gak penah nemu" Ucap Kalia sambil menunggu sang pegawai menyelesaikan transakisinya
"event kejutan kak, random" ucap sang pegawai lalu menyerahkan paperbag yang berisi produk milik Kalia
"terima kasih ya"
"iya kak, sama-sama"
Dengan senang Kalia keluar store, Kalia yang harusnya membayar 200 ribuan dan hanya membayar 150 ribu benar-benar senang, tahu begitu Kalia membeli lebih banyak agar tetap membayar 150 ribu.
"udah?"
"udah Chi, gue dapet promo dong, jadi cuma bayar 150 ribu doang"
"serius lo?
"seriusan! katanya gue pelanggan ke 100 makanya dapet promo"
"wah lucky day banget"
"betullll, udah ah. Yuk cari makan"
"lo mau makan apa?"
"bingung"
Chiara berdecak mendengar jawaban Kalia "disaat orang diluar sana bingung apakah mereka bisa makan atau engga, di sini ada manusia yang bingung mau makan apa, jangan lupa bersyukur lo!"
"iya Chi, alhamdulillah. Besar atau kecilnya rezeki gue, gue selalu bersyukur, biar di berkahi oleh yang memberi"
"pinter, pacaran sama anaknya tokoh agama mah beda"
"yeuuu! gak harus pacaran sama anak tokoh kali chi, gue juga udah tahu dari dulu"
"hahaha, iya Kal, iya. Jadi makan apa nih, kita jalan terus tapi gak tahu mau makan apaan dan mau kemana"
"yaudah, makan K-food gimana?" tanya Kalia
"boleh lah, gue pengen makan sup, ige uri tang tang tangtang"
"yeuuuu, malah nyanyi maneh mah"
Chiara terbahak, menarik Kalia berjalan lebih cepat menuju restoran korean food.
"pesen apa Kal?" tanya Chiara sambil memperhatikan setiap menu
"kimchi Jeon, terus Kimchi Jjigae"
"witss, spesial kimchi" ucap Chiara sambil memasukan pesanan Kalia
"pake nasi gak?"
"boleh"
"sippp, nih gue sebutin ya, Kimchi Jeon satu, Kimchi Jjigae satu, nasi satu, Jajangmyeon satu Chicken wing satu"
"minum air mineral aja kalau gue"
"oke. udah semua ya, gue masukin pesenan nya"
Kalia mengacungkan kedua jempolnya "sippp"
Drrttt...Drrtt
"hp lo getar Kal" ucap Chiara yang mengecek ponsel miliknya
"bukan punya lo?" tanya Kalia sambil merogoh tas nya
"bukan, gak ada notif masuk di hp gue"
08XX-XXXX-XXXX
Kamu Kalia pacarnya mas Hanzel?
Kalia mengerutkan keningnya saat membaca pesan masuk dari nomor asing tersebut. Tidak langsung mebjawab, Kalia berusaha berpikir siapa yang mengirim dia pesan, atau mungkin adik Hanzel? bisa saja, melihat panggilan "mas" yang di sematkan pada Hanzel.
Maaf dengan siapa?
Tanya Kalia sebagai balasan.
08XX-XXXX-XXXX
Pacarnya!