5. Hanya Sebagai Topeng

1616 Kata
Kalia dan Chiara sudah sampai di Memo. Prediksi Kalia benar, dia dan Chiara menjadi orang yang pertama datang, sedangkan para laki-laki itu ngaret.  "udah chat mereka? dimana katanya?" tanya Kalia "kata Dodi, udah siap otw" jawab Chiara sambil menunjukan chat nya dengan Dodi pada Kalia Kalia menghela nafas "kebiasaan emang para jantan itu hobi banget bikin betina nunggu" "yomsss, heran gue. Padahal mereka balik kantor udah dari tadi sore" para laki-laki memang mendapatkan tempat kerja yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kosan. Apalagi mereka semua membawa kendaraan motor. Tidak Seperti Kalia dan Chiara. "kalau gak saling tunggu, pada live i********: dulu biasanya" kata Kalia lagi yang sudah cukup hafal dengan kebiasaan mereka. Bagaimana tidak, sama dengan Chiara, mereka kenal sejak awal masuk kuliah, mereka bertemu karena salah satu organisasi kampus. Kalau dihitung, sudah lebih dari lima tahun mereka berteman baik. Jadi, semenyebalkan apapun mereka, mana bisa Kalia dan Chiara marah, paling langsung balikan dan berncanda lagi. Mereka benar-benar sudah mirip saudara. Bertengkar tapi tidak saling meninggalkan. Lain cerita dengan si b******k Bagas, mantan Kalia. Laki-laki sombong itu bahkan dengan sendirinya menjauh.  Tidak hanya menjauh dari Kalia, tapi juga dengan yang lain. Kalia benar-benar tidak habis pikir. Padahal mereka, si kaum jantan, dulu satu kamar kosan, senang dan pahit menjadi anak kosan mereka telan bersama dan sekarang,  Bagas entah pergi kemana. Benar-benar berteman karena kepentingan. "noh Dodi" tunjuk Chiara ke arah parkiran. Dodi membawa motor dan membonceng Zidan. Dibelakang mereka menyusul Surya dan Deni yang datang dengan motor masing-masing. "lama banget bapak-bapak ini" sindir Kalia langsung "noh gue nunggu Zidan mandi. Lama banget kaya anak perawan" sahut Dodi. Bisa dibilang Dodi dan Zidan ini duo gesrek. Penyulut semangat atau happy virus dalam pertemanan mereka. Sedangkan Deni orang yang paling tua diantara mereka lebih kalem dan paling dewasa dalam pemikirannya. Kalau Surya, dia cukup dewasa tapi tidak kalem dan cenderung cerewet.  "sorry bro, gue pulang telat dari kantor" ucap Surya yang masih menggunakan baju kantornya, kemeja maroon lengkap dengan celana bahan. "lah dari kantor langsung kesini?" tanya Chiara "engga, ke kosan dulu. Nyamper mereka" jawab Surya sambil menunjuk Dodi dan Zidan dengan dagunya.  "langsung pesen aja, udah laper gue" kata Deni yang langsung disetujui semuanya. Semua fokus memilih menu, setelah oke,  Chiara langsung memanggil pelayan untuk membuat pesanan. *** "Eh, Bagas chat lo gak Kal?" tanya Dodi. Sambil menunggu pesanan mereka dibuat, mereka melanjutkan obrolan. Kalia menggeleng "enggak, gak perah chat lagi sama gue" jujur Kalia "masa?" tanya Dodi "bener, terakhir kapan tahu, gue lupa, dia chat lo?" tanya Kalia balik "iya, basa-basi gitu" jawab Dodi "halah, kangen dia sama lo" sahut Zidan "sialan lo!" protes Dodi "lah emang bener kali, diantara kita semua cuma lo doang yang paling dia wah kan sama si Bagas, gak inget kalau lo selalu dapet kado mahal setiap ulang tahun? apa-apa Dodi, ini itu Dodi, buat Dodi, ngajak Dodi halah. Semuanya lo" lanjut Deni "betul. Gue aja yang pacarnya selalu kelewat dapet kado, beberapa hari setelah ulang tahun baru dapet" sahut Kalia. Sejujurnya, diantara mereka berempat, Dodi, Zidan, Deni dan Surya, wajah Dodi bisa dikatakan paling tampan bahkan hal itu diakui oleh semuanya, bukan hanya dari sudut pandang Kalia dan Chiara yang seorang perempuan tapi juga dari dari yang lain dan Bagas menjadi yang paling dekat dengan Dodi. "dia kangen tidur sambil meluk Dodi" sahut Zidan lagi yang langsung membuat semua tertawa. Memang, dulu saat masih kuliah mereka kos bersama dalam satu kamar kos dan secara otomatis mereka juga tidur bersama. Tidak seperti sekarang, satu kosan tapi beda kamar. "dih geli gue" Dodi langsung mengusap tubuhnya seolah membersihkan diri "keperjakaanku di renggut teman kosan ku" lanjut Zidan lagi yang kembali mengundang tawa  "lo juga! kita semua kena, enak aja gue doang" kesal Dodi "anjirrrr, gue kalau inget jijik" Kini Deni yang bergidik "tuhkan, jangan pada muna lo semua, semua pasti pernah dijamah sama si Bagas" Lanjut Dodi yang langsung mendapatkan protes keras dari Chiara dan Kalia "enak aja! gue engga!!!" jawab Chiara "gue juga masih suci ya!" sahut Kalia "lah, lo pacaran sama dia lama ya Kal, yakali gak di apa-apain" kata Zidan yang langsung mendapatkan cubitan di lengannya dari Kalia. "enak aja lo! gue paling deket juga cuma meluk pas naik motor. Bahkan gak pernah gue jalan sambil gandengan. Dia mana nafsu sama gue. nafsunya sama lo ber empat" Jawab Kalia dan lagi-lagi membuat mereka tertawa. "emang itu anak, parah. Rusak gue!" Zidan menepuk jidatnya seperti orang frustasi "hahaha, kasian lo Kal" ucap Dodi lagi "emang! pantes dia deket banget sam lo Dod, apa-apa lo ini itu buat lo. sialan! gue mah cuma topeng doang  buat dia" kesal Kalia lagi yang langsung dibalas tawa oleh yang lain. "anjir lah, gue inget banget pas bangun tidur tiba-tiba buwung puyuh gue basah, padahal gak mimpi" lanjut  Zidan yang lebih frontal. Semua kembali tertawa, termasuk Kalia. Setidaknya, kini dia sudah bisa menertawakan masa lalu. Apa yang dilakukan oleh Bagas kepada dirinya memang tidak bisa dia lupakan dan memberikan rasa sakit tersendiri di hati Kalia. Tapi setidaknya hal itu itu sudah bisa menjadi sebuah lelucon.  Bohong kalau Kalia bilang sudah tidak sakit hati kepada Bagas, tapi Kalia sadar, tidak mungkin dia terus marah dan murung karena hal itu. Hidupnya terlalu berharga jika hanya digunakan untuk menangis dan memikirkan apa yang telah Bagas lakukan kepadanya. Beruntung ada Chiara disampingnya, sosok yang selalu memberikan semangat kepada Kalia. Kalia itu orang yang setia, sangat setia. Dia akan selalu melakukan yang terbaik demi orang yang dia cintai. Bisa dibilang, Kalia ini Bucin, b***k Cinta. Sampai terkadang Chiara yang melihatnya selalu gemas. Tapi selain mendukung, Chiara tidak bisa melakukan apapun, apalagi jika Kalia sendiri senang melakukan itu. Dalam hubungan Kalia dan Bagas, Kalia berada di pihak yang selalu mengalah, Kalia itu orang yang tegas, memiliki pendirian, tapi dia akan selalu mengalah dan menurut kepada pasangannya. Kalia akan selalu menjadi pihak yang meminta maaf lebih dulu meskipun Bagas yang salah. Hal itu agar tidak ada pertengkaran yang berlarut-larut. Kalia juga akan menjadi pihak yang selalu mengalah saat Bagas harus memilih membatalkan agenda bersama dirinya dan memilih teman kampusnya.  Kalia juga akan menjadi pihak yang terus disindir oleh Bagas jika ada laki-laki yang mendekatinya, sedangkan Kalia akan diam jika Bagas dekat dengan perempuan lain. Karena Kalia tahu, jika dia berbicara, hanya ada pertengkaran yang terjadi dan Kalia tidak ingin itu terjadi. Sebodoh itu memang Kalia dalam mencintai. Mementingkan kebahagiaan pasangan tanpa memperdulikan setiap goresan luka dihatinya. Jadi, saat tahu Kalia putus dengan Bagas, Chiara adalah pihak yang paling bahagia. Bukan kerena dia berbahagia diatas penderitaan Kalia, hanya saja dia senang karena sahabatnya ini telepas dari sebuah hubungan yang buruk atau toxic. Chiara tahu bahwa Kalia sangat mencintai Bagas, tapi berpisah dengan Bagas akan jauh membuat Kalia bahagia menurutnya. Apalagi setelah tahu jika selama ini Kalia hanya dijadikan topeng saja oleh Bagas. Topeng untuk menutupi diri Bagas yang sebenarnya, seorang gay. "Jadi sekarang lo sama siapa Kal?" tanya Surya sambil mengunyah nasi gorengnya. "gak sama siapa-siapa" Jawab Kalia  "setelah sama Bagas gak ada lagi?" kini giliran Dodi yang bertanya "engga. masih mau sendiri gue tuh. Takut di tipu lagi gue" jujur Kalia.  "iyalah, gak usha buru-buru. Nanti kalau dapet yang macam si Bagas lagi repot. Kita juga yang bakal kena" lanjut Zidan "iya, kena grepe lagi" sahut Dodi "terus lo Chi, jomblo juga?" lanjut Dodi "iya. masih trauma gue di php in lo" jawab Chiara santai. Sebenarnya, mereka juga dulu sempat dekat, lebih dari sahabat, hanya tidak sampai seperti Kalia dan Bagas. Beruntung mantan TTM itu tidak bermusuhan sekarang. Mereka berdua kembali seperti biasanya, hanya sebatas sahabat.  "anjirrr, udah lama kali Chi" "bercanda kali Dod, sensi lo kaya tespek" sahut Chiara "tahu, memangnya lo!  gebetannya banyak!" Sindir Zidan "hahaha, iya dong. Gue jalan sama ini, poto bareng. Pas dia minta di jadiin story, kontak yang lain gue hide. yang bisa liat cuma dia doang" Jawab Dodi lalu tertawa "jahat lo Dod, kurang ajar" sahut Kalia "yeeee, bukan gue doang kali Kal, gue kan mau milih yang terbaik"  "tapi gak lo pacaran semua kan?" tanya Chiara "engga, cuma kaya lo doang Chi, di php ini, ttm doang" sahut Zidan "gue gak sampe tahap sejahat itu ya buat pacarin semuanya" kata Dodi "kalau sampe lo pacaran semua, gue tempeleng otak lo Dod! mentang-mentang ganteng!" kesal Kalia "ibaratnya gini deh, kalau mau beli jeruk yang manis satu kilo. Gak  harus  kan itu jeruk yang dijual segitu banyaknya dipedagang gue cobain  satu-satu? cukup dipilah aja, entah lewat  kulitnya, warnanya, harumnya atau bentuknya. Memilih tanpa harus merusak dalamnya" Jelas Dodi "iya betul, tapi lo juga jangan berlebihan. Kalau mereka menyimpan perasaan yang dalem buat lo, tapi cuma lo mainin, itu sama aja lo juga merusak. Boleh dekat tapi masih memberi jarak jangan terlalu buat mereka terbang tinggi kalau akhirnya lo akan membiarkan mereka jatuh" ucap Deni lebih bijak. "Nah buat fucek boy yang selalu bilang pacar banyak buat cari yang terbaik, heleh! alibi! b**o aja itu hatinya!" ketus Chiara "terus gimana buat tahu itu orang terbaik atau engga buat di pacarin atau di seriusin?" tanya Zidan "lo punya Tuhan kan?" tanya balik Deni yang mendapat anggukan dari Zidan. "lo doa, lo minta petunjuk apakah orang itu terbaik atau bukan. Kalau terbaik, pasti di dekatkan kok dan kalau bukan, pasti di jauhkan. Inget yang tadi dibilang? lo pasti gak bakal nyobain semua jeruk buat dapet yang manis, lo cukup memilih dengan teliti aja. Lo banyakin doa intinya" jelas Deni.  "kalau terlanjur jadi pacar?" kini Surya yang bertanya "ya tetep harus banyakin doa. Kalau bukan yang terbaik, lambat laun akan putus. Kalau putus, ya bersyukur, artinya di jauhkan dari yang tidak baik dan akan digantikan dengan yang paling terbaik"  Jawab Deni lagi "nah kaya gue, meskipun awalnya nangis-nangis. Tapi gue bersyukur, setidaknya gue dikasih tahu kalau dia bukan orang yang baik buat gue" kata Kalia. Meskipun rasa sakitnya masih terus ada. Lanjut Kalia dalam hati. "gila, temen gue makin bijak, jadi kapan Den, lo nikah?" Dodi menepuk pundak Deni "tahun inilah, kalau bisa" jawab Deni dengan mantap. Dia memang menjadi salah satu orang yang ingin segera menikah diantara yang lain.  "iyalah, kalau hilal nya udah terlihat gas aja Den" kata Chiara "nah itu, belum terlihat" "tenang Den, ada Bagas. Dia pasti mau. Coba Deh" ledek Zidan "OGAH!" Tolak Deni langsung dan tegas. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN