Bagian 45 Aku tersenyum kecil. Mengelus rambut Kaivan yang sedang bersandar di bahuku. Pasti dia sangat kelelahan sehabis bersitegang dengan Petra kemarin. Setelah kedatangan Mama, suasana jadi terkendali. Ternyata mama sudah tahu perihal pertengkaranku dengan Petra di ruang tamu waktu itu. Setelah mendapat ultimatum dari mama, Petra akhirnya menyerah dan membiarkanku pergi bersama Kaivan ke Indonesia. Ternyata, dibalik sifat keras Petra, dia masih mau menuruti perintah mama. Harusnya sejak kemarin saja aku berbicara pada mama dan meminta pendapat tentang keputusan apa yang harus aku ambil. Meski hal itu akan membuat mama sedih, tapi aku mengatakan kejujuran, kan? Oh ya, mama bilang, beliau akan menyusulku ke Indonesia setelah berhasil menjinakkan Petra. Sekarang aku tida

