Bagian 37 Aku melirik arloji yang melingkar di pergelangan tanganku dan juga wajah pucat yang terbaring di depanku bergantian. Menggigit bibir, aku bergerak gelisah. Dua jam lagi pesawatku akan berangkat dan Kaivan tidak bangun juga sejak semalam. Dokter bilang masa kritisnya sudah berlalu, tapi kenapa sampai sekarang Kaivan tidak sadar-sadar juga? Aku mengambil napas. Perlahan menyeret kursi dan duduk di samping ranjang Kaivan yang sedang berbaring. Alvira sedang keluar untuk mencari makan siang. Sedangkan Adreno, dia belum terlihat sejak semalam. Apa mungkin, Adreno sudah menemukan keberadaan Petra? Tapi, Petra baru saja mengirimkan pesan berisi alamat tempatnya tinggal. Jujur saja, aku tidak tega meninggalkan Kaivan yang sedang terluka seperti ini. Sebagian besar hatiku me

