Bagian 30 Aku mengerutkan kening saat sebuah cahaya menyorot terang, menembus kelopakku. Perlahan, aku membuka mata. Pertama memang terlihat gelap, tapi aku berhasil menyesuaikan kerja mataku untuk menangkap cahaya. Tembok putih. Bau obat menyengat dan... Anditha. Seketika kepalaku berdenyut-denyut menyakitkan. Juga bagian leher dan lenganku. Aku menggerakkan tanganku, tapi sesuatu yang hangat menahan jemariku untuk bergerak. Menoleh, aku melihat Kaivan yang sedang tertidur pulas di samping ranjang. Dengan posisi yang pasti akan membuat leher dan punggungnya sakit ketika bangun nanti. Apa benar jika Kaivan yang menyelamatku semalam? Aku mengelus puncak kepalanya hati-hati, merasakan surai halusnya menyentuh telapak tanganku. Dan, seolah tau, tiba-tiba Kaivan mengang

