Seperti menemukan oasis di tengah gurun, Ran langsung berlari ke arah Theo dan memeluknya, menumpahkan tangisnya di d**a pria itu.“Ran, kamu ….” Theo terdiam, terkejut. Dia menatap puncak kepala Ran di dadanya. Bahu gadis itu tampak bergertar. “A-ayah … ayahku ….” Ran mendongak pada Theo dengan mata basah oleh air mata. Theo memberikannya anggukan mengerti. “Aku sudah dengar. Ayo, Puri memberitahuku bahwa ayahmu ingin bertemu.” Tangis Ran semakin tidak terkontrol ketika mendengar itu. Berbagai pemikiran negatif di kepalanya mulai mendominasi. Dia menenggelamkan wajahnya lagi ke pakaian suaminya, meredam tangisnya sendiri dan berpegangan pada pria itu untuk menahan rasa sakit di dadanya saat ini. Dengan gerakan lembut, Theo membawa Ran masuk ke dalam mobil. Rasa takut menjalari tubuh R

