Bayangan Masa Depan

1063 Kata

“Tuan Besar, putri Anda di sini,” kata si kepala pelayan. Tapi pria yang tengah berbaring di balik selimut itu tidak bergeming. Kepala Pelayan memberikan isyarat kepada Ran untuk mendekat. Ran pun mendekat ke sana. Lalu seketika membekap mulutnya  kala melihat wajah ayahnya. “A-ayah,” lirih Ran pelan. Pria itu hanya meresponnya dengan lirikan mata, seolah kepalanya kaku untuk digerakkan. Ran pun perlahan menghampirinya, air matanya bergelinang, dia bahkan tidak sadar saat Kepala Pelayan bahkan Theo sudah tidak lagi di ruangan itu, demi memberinya privasi yang dia butuhkan. “Ayah,” sebut Ran sekali lagi, tidak percaya bahwa dia dapat memanggil nama itu kapada orang yang tepat. Bukan berarti bahwa selama ini Ran tidak menyayangi ayah angkatnya, bagaimana pun orang tua angkatnya telah l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN