PLAK ... PLAK ... Suara langkah kaki yang berat dan tergesa-gesa menggema seantero koridor rumah sakit. Dengan kaki yang bercucur darah, serta air mata yang terus mengalir, tidak membuat Dara patah semangat untuk melihat kondisi terkini tentang Elang. Untung saja ia segera dikabari oleh pihak kepolisian mengenai rumah sakit yang menjadi tempat para korban kecelakaan pesawat. Langkahnya terhenti tepat di depan jendela ruang ICU. Di dalam sana, ia melihat Elang bertelanjang d**a dengan segala macam jarum dan selang yang menempel pada tubuhnya. Wajah penuh luka bakar, kaki dan kepala yang diperban, bekas darah di mana-mana, rasanya Dara tidak tega melihat Elang seperti itu. Jika bisa, lebih baik ia yang berada di posisi itu. Terlepas dari itu semua, setidaknya ada sedikit beban di dadanya

