Tante?

1650 Kata

-38- Wajah Ivana langsung berubah menjadi ceria ketika melihat sosok Zayan tengah jalan mendekati tempatnya berdiri. Sepasang matanya berbinar-binar kala Zayan menghadiahkan sebuah senyuman yang menambah keelokan parasnya. Hatinya berdebar saat pria itu memberikan buket bunga harum sambil berujar,"Maaf, mas telat." "Nggak apa-apa, Mas. Makasih bunganya." Ivana meraih tangan Zayan dan mencium punggungnya dengan sangat hormat. Zayan membalas dengan kecupan di dahi sembari mengusap lengan sang istri. "Anu, mesra-mesraannya nanti aja, ya. Acara udah mau dimulai," sela Nia seraya tersenyum lebar. Zayan tiba-tiba meraih lengan Nia, kemudian menggandengnya dengan santai. Nia terkekeh geli sepanjang jalan memasuki bagian dalam restoran. Sementara Ivana hanya bisa menggerutu karena ditinggal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN