-38- Wajah Ivana langsung berubah menjadi ceria ketika melihat sosok Zayan tengah jalan mendekati tempatnya berdiri. Sepasang matanya berbinar-binar kala Zayan menghadiahkan sebuah senyuman yang menambah keelokan parasnya. Hatinya berdebar saat pria itu memberikan buket bunga harum sambil berujar,"Maaf, mas telat." "Nggak apa-apa, Mas. Makasih bunganya." Ivana meraih tangan Zayan dan mencium punggungnya dengan sangat hormat. Zayan membalas dengan kecupan di dahi sembari mengusap lengan sang istri. "Anu, mesra-mesraannya nanti aja, ya. Acara udah mau dimulai," sela Nia seraya tersenyum lebar. Zayan tiba-tiba meraih lengan Nia, kemudian menggandengnya dengan santai. Nia terkekeh geli sepanjang jalan memasuki bagian dalam restoran. Sementara Ivana hanya bisa menggerutu karena ditinggal

