Sama-sama Terluka

1794 Kata

41 Sepasang mata bulat beriris hitam itu terus memandangi tingkah kedua anak laki-laki yang tengah bermain dengan seru. Aldi dan Aldo saling kejar, tiban dan sesekali beradu kaki, hingga salah satunya akan menangis dan mengadu pada kedua orang tuanya, Arya dan Erni. Dahayu nyaris tidak bisa menahan tawa ketika Aldi lagi-lagi menangis setelah kalah adu tiban dengan saudara kembarnya itu. Arya yang tengah memisahkan kedua bocah itu tampak kewalahan, sementara Erni hanya menggeleng pelan melihat kelakuan kedua jagoannya yang sangat aktif. "Sorry, ya, dari tadi obrolan kita diinterupsi terus," ujar perempuan berjilbab putih tersebut seraya mengulaskan senyuman manis. "Nggak apa-apa, aku malah seneng bisa lihat tingkah mereka yang mirip dengan papanya waktu kecil dulu," sahut Dahayu. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN