-40- Hadrian menghela napas berat dan mengembuskannya perlahan, berulang kali dia melakukan itu dan berharap bisa mengurangi beban di pundak yang terasa sangat berat. Ini adalah hari pertama dirinya resmi menjadi pengangguran, setelah berhenti dari perusahaan yang telah menjadi tempatnya mengais rezeki semenjak tiga tahun terakhir. Hadrian memulai karirnya dari nol, sebagai staf biasa yang harus bekerja keras demi membuktikan eksistensi diri. Perlahan tetapi pasti karirnya mulai menanjak seiring dengan keberhasilannya dalam menggaet perusahaan-perusahaan rekanan yang cukup besar. Pencapaian terakhir kalinya adalah menjadikan perusahaan milik Firman Hatim sebagai rekanan, yang membuat bosnya sangat bahagia. Tadinya, Pak Anwar, bos Hadrian keberatan bila dirinya berhenti. Namun setela

