42 Langit sore yang cerah disertai dengan udara yang hangat, tidak menyurutkan semangat Ivana untuk berkebun. Bersama Pak Dirman dan Bi Sarni, perempuan berambut panjang itu tampak sangat sibuk memindahkan berbagai tanaman hias yang baru dibeli ke dalam pot-pot bunga. Sementara itu di teras belakang, Nia tengah mengerjakan laporan keuangan restoran. Sudah setengah jam lebih matanya fokus ke laptop di pangkuan, tetapi kerjaan belum juga selesai. "Ahh!" seru Nia sambil mengangkat laptop dan meletakkannya di atas meja. Perempuan berambut sebahu itu merentangkan tangan dan menggeliat sampai tulang-tulang berbunyi gemeretak. "Napa?" tanya Ivana sembari berdiri dan mengusap keringat di dahi dengan punggung tangan. "Capek, mataku udah cenut-cenut," jawab Nia dengan memasang wajah memelas

