43 Ruangan rapat itu tampak sangat ramai. Seluruh peserta memperhatikan penjelasan Malik dengan saksama. Kecuali Zayan. Pria itu benar-benar tidak bisa fokus dengan isi rapat dan hanya memandangi sahabatnya tersebut dengan tatapan kosong. Bukannya Malik tidak menyadari hal tersebut, tetapi dia tetap berusaha untuk profesional mengemban tugas. Menyampaikan beberapa strategi bisnis terbaru yang bisa diterapkan di perusahaan. Seusai rapat, di saat para peserta kembali ke ruang kerja masing-masing, Malik menghampiri Zayan dan menepuk bahu pria tersebut yang sontak terperanjat. "Eh ... ya, gimana, Mal?" tanya Zayan dengan gugup. "Hmm ... bos yang baik itu adalah pendengar yang baik pula. Bukan orangnya di sini tapi pikirannya ke mana-mana," omel Malik. Zayan mengulaskan senyuman tipi

