Patah

1985 Kata

48 Langit malam tampak sangat ramai. Bulan memancarkan sinarnya dengan sepenuh hati. Demikian pula dengan jutaan bintang yang berlomba-lomba memamerkan keelokan untuk mendampingi sang rembulan. Dahayu merapatkan cardigan merah yang membalut tubuhnya. Mengeratkan simpul syal rajut yang menutupi leher agar bisa tetap hangat di suasana dingin Kota Malang itu. Udara minus di sekeliling menciptakan uap di sekitar hidung Dahayu saat perempuan berjilbab hitam itu mengembuskan napas. Namun, sepertinya dia benar-benar menikmati dinginnya udara dan kesunyian di sekitar tempatnya duduk menghabiskan waktu. Seakan-akan tak merasakan kesejukan yang sangat menggigit hingga menusuk tulang, bagi sebagian orang yang belum terbiasa dengan cuaca dingin. Dahayu masih terus memandangi langit yang sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN