Pengorbanan

1039 Kata

Satu hari sebelumnya Malik memandangi wajah Zayan yang tampak nelangsa itu sambil menggeleng pelan. Pria bertubuh tinggi besar itu nyaris saja ingin menjitak kepala sahabatnya tersebut, tetapi urung dilakukan karena takut akan dilihat dan ditiru oleh anaknya yang tengah bermain di ruang tengah bersama sang istri. "Kamu itu pengusaha sukses dan pintar, Zay. Tapi untuk urusan cinta kamu benar-benar begoo!" desis Malik. Berusaha untuk menahan nada suaranya agar tidak meninggi. "Iya, aku memang bodoh," balas Zayan sambil menunduk. Dia pasrah bila akan dihina oleh Malik, karena sepertinya hanya pria itu yang mau mendengarkan ocehannya tentang pernikahan yang kacau balau. "Lalu sekarang gimana?" "Entahlah, Mal. Menurutmu aku harus gimana?" "Gini, sebelum menentukan jalan selanjutnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN