Sudah banyak orang yang memenuhi kursi yang mengelilingi meja panjang itu. Mereka saling kasak kusuk karena orang yang menjadi alasan terselenggaranya rapat itu belum juga menampakkan batang hidungnya. Seorang pria tua memilih untuk memejamkan matanya sejenak dan mengatur deru nafasnya. Di belakangnya berdiri seorang pria muda yang tak lain adalah sekretarisnya. Tak bisa dipungkiri dia pun merasakan kekhawatiran akan anak laki-lakinya yang tak kunjung datang. Sebagai ayah, dia sudah berusaha semampunya untuk menjaga anaknya itu. Perhatian mereka teralihkan saat seorang wanita muda memasuki ruang rapat. Wanita itu langsung mengambil tempat duduk di sebelah kanan pria tua yang menjadi pemimpin rapat itu. "Ayah," sapanya sembari tersenyum pada pria tua itu. Hadi membalas sapaan anak pere

