Icha dari sikap datarnya itu. Dan perlahan pula, Icha akan merubah sikapnya. Sedikit demi sedikit. Erika tersenyum membuat Icha heran. "Lo napa dah? Kesambet? Ngeri gue liat lo tersenyum gitu," ujar Icha. Erika memasang muka datar. "Sejak kapan lo bisa datar?" tanya Icha tertawa. "Sejak lo sering ketawa, Cha." Erika menatap ke arah Icha. Icha terdiam perlahan senyumnya hilang. "Kenapa?" tanyanya. Situasi makin aneh, karena ucapan Erika. Erika langsung tertawa. "Perlahan lo bisa mengendalikan emosi lo, Cha." Erika pergi berlari meninggalkan Icha. Sepertinya Erika bisa menjadi calon psikologi yang handal. Icha menatap ke arah Erika yang duduk di dekat pintu. "Aneh." Icha menggeleng lalu memilih untuk keluar. Dia duduk di samping Erika yang sibuk dengan handphonenya. Sesekali Icha meno

